Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BEL sekolah berbunyi. Jodi Purnawan mengemasi buku dan dimasukkan ke tas. Ia bersiap pulang. Seusai bertakzim kepada guru, Jodi bersama 34 temannya langsung berhamburan keluar dan membaur dengan siswa dari kelas lain. ereka kemudian menyusuri jalan dari jembatan kayu menuju rumah masing-masing. Siswa SMA Pesona Danau Lindung (PDL) Empangau, hari itu dipulangkan lebih awal. Begitu pula para guru, menyudahi semua aktivitas mereka saat pukul 16.45 WIB. Sekitar sejam setelah beristirahat di rumah, Jodi bersiap ke danau.
"Main (sepak) bola dahulu, setelah itu baru menyiluk," kata remaja berusia 16 tahun tersebut kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu. SMA PDL Empangau berada di Desa Empangau Hilir, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sekolah swasta ini baru berusia sekitar tiga tahun dengan jumlah siswa sebanyak 98 orang. Aktivitas belajar-mengajar dimulai pada siang hari karena menumpang di gedung SMP Negeri 2 Bunut Hilir. SMA ini menerapkan jadwal khusus selama musim menyiluk. Menyiluk adalah sebutan untuk tradisi memanen ikan arwana alias siluk super red di Danau Lindung Empangau.
Musim menyiluk dimulai sekitar September hingga enam bulan ke depan. "Pulang awal tidak mengganggu jadwal pelajaran karena jam masuk sekolah juga dimajukan, 30 menit lebih awal. Jadi, lama masa belajarnya tetap seperti biasa," kata Wakil Kepala SMA PDL Empangau Asnah. Kebijakan sekolah ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk membantu orang tua mereka memanen siluk. ktivitas tersebut berlangsung setiap hari dan dimulai selepas magrib hingga menjelang subuh. Pihak sekolah begitu menghargai tradisi menyiluk, lantaran kebutuhan operasional mereka bergantung kepada hasil tangkapan nelayan siluk.
Sekolah tersebut bisa berdiri berkat hasil panen ikan arwana. Sekitar Rp50 juta digelontorkan sebagai modal awal pendirian sekolah. Para nelayan menyumbangkan uang lewat dana kontribusi ke kas kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) perairan setempat. Sebesar Rp250 ribu untuk setiap penjualan siluk yang dipanen dari habitat alam. Setiap tahun kas pokmaswas juga menggelontorkan tidak kurang dari Rp30 juta untuk SMA PDL Empangau. Sejak tahun lalu, SMA PDL Empangau mendapat bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah, tetapi belum cukup.
Dana BOS hanya mampu menalangi separuh kebutuhan pembiayaan sekolah. "Setelah ada BOS, kami hanya minta (disubsidi) sekitar Rp20 juta per tahun. Bila ada keperluan mendesak, kami minta lagi ke pokmaswas," lanjut Asnah. SMA PDL Empangau bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang disokong Pokmaswas Empangau dan Empangau Hilir. Taman kanak-kanak setempat pun dibidani dan dibiayai mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved