FMMR Dukung Pabrik Semen di Rembang

(HT/N-3)
05/4/2017 00:44
FMMR Dukung Pabrik Semen di Rembang
(ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

FORUM Masyarakat Madani Rembang (FMMR) menyatakan sikap untuk mendukung keberlanjutan PT Semen Indonesia (SI) tetap berdiri. Mereka mendesak pemerintah agar perusahaan milik BUMN itu segera beroperasi. “Kami berharap hasil kajian lingkungan hidup stra­tegis (KLHS) didasarkan pada kebenaran secara objektif, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun,” kata Jumali, koordinator FMMR kepada wartawan di Rembang, Jawa Tengah, Selasa (4/4). Menurutnya, selama ini ada beberapa warga di luar Rembang yang menyatakan menolak pabrik semen. “Masyarakat Rembang meyakini bahwa KLHS didasarkan pada kajian yang profesional berbasis data dan fakta ilmiah sebagaimana disampaikan oleh para pakar dan ahli, juga ESDM. Hasil kajian menunjukkan tidak ada indikasi keberadaan aliran sungai bawah tanah di cekungan air tanah (CAT) Watuputih di Rembang,” tegas Jumali.

Berdasarkan kajian, CAT Watuputih sebagai kawasan bentang alam karst, bukan wilayah terlarang untuk segala aktivi­tas pertambang­an. Untuk itu, PT SI di Rembang tidak melanggar aturan. Atas dasar itu, warga Rembang mendukung berdirinya pabrik semen tersebut. Jumali yang mengatasnamakan FMMR mengutuk keras politisasi terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang yang dilakukan LSM dan oknum di luar wilayah Rembang, dengan mengatasnamakan warga Rembang.

“Gerakan menolak pabrik semen di Rembang yang dilakukan oleh orang luar Rembang dengan meng­atasnamakan Kendeng sudah meresahkan warga Rembang,” ujarnya. Acara yang bertajuk Rembang bukan Kendeng tersebut dihadiri 14 wakil dari tiap-tiap kecamatan di Rembang. Dalam acara tersebut juga dipaparkan oleh Jumari sebagai koordinator FMMR, bahwa ada beberapa kerugian yang akan dialami warga Rembang jika pabrik ditutup. “Salah satunya yang akan hilang adalah peluang dan kesempatan warga Rembang untuk hidup sejahtera. Selain itu hilangnya kesempatan kerja bagi 350 tenaga ahli, 6.075 tenaga kerja masa proyek, dan 68 tenaga selama operasional. Itu jumlahnya sangat besar,” papar Jumali. (HT/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya