PDIP Babel Cari Calon Kepala Daerah yang Kuat Finansial

Rendy Ferdiansyah
04/4/2017 15:23
PDIP Babel Cari Calon Kepala Daerah yang Kuat Finansial
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Bangka Belitung menegaskan kalau ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah tidak cukup dengan modal popularitas dan elektebelitas. Namun harus di dukung dengan finasial yang kuat.

Hal itu di sampaikan Ketua DPD PDIP Provinsi Bangka Belitung Rustam Effendi di Pangkalpinang, Selasa (4/4).

"Untuk keperluan sepanjang pencalonan kepala daerah di tiga pilkada serentak khusus di (provinsi) Bangka Belitung ini, setidaknya membutuhkan dana Rp6 miliar hingga Rp7 miliar," kata Rustam.

Ia pun menyebut percuma para calon kepala daerah memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi jika finansialnya tidak mendukung. Untuk itu, PDIP Babel dalam menentukan calon kepala daerah yang akan mereka usung mengutamakan calon yang kuat finasial selain popularitas dan elektabilitas.

"Finansial itu bagi kita bukan mahar untuk partai tetapi untuk keperluan pembiayaan selama pencalonan," ucap Rustam.

Ia mencontohkan biaya yang harus dikeluarkan para caloan ialah untuk biaya saksi.

"Jangan sampai finansial tidak kuat, setelah pencalonan tidak terpilih lari dari kewajibannya membayar biaya saksi, makanya harus kuat itu finansial,"tegas dia.

Senada, Ketua DPC Partai Golkar Kota Pangkalpinang Suharli Tahor membenarkan untuk menjadi calon kepala daerah harus kuat finansial. Menurutnya untuk Pilkada Kota Pangkalpinang 2018 calon setidaknya harus memiliki finansial Rp3 miliar - Rp5 miliar.

"Untuk Pangkalpinang calon kepala daerah harus mempunyai finansial Rp5 miliar," Kata Suharli.

MEnurutnya, kekuatan finansial itulah yang akan digunakan selama pencalonan, termasuk biaya kampanye dan saksi.

"Percuma nyalon kalau finansialnya tidak kuat," tegas dia.

Sementara untuk calon Bupati di Pilkada Kabupaten Bangka, Suharli menegaskan bahwa calon harus memiliki kekuatan finansial yang lebih besar Rp6 hingga Rp7 miliar. Pasalnya, wilayah kabupaten tersebut lebih luas dari Pangkalpinang. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya