Tanah Longsor masih Ancam Warga

(LD/JS/SS/PO/SL/VR/SY/N-3)
04/4/2017 03:00
Tanah Longsor masih Ancam Warga
(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

BENCANA tanah longsor dan banjir masih melanda sejumlah daerah. Pergerakan tanah yang terjadi di Banjarnegara dan Banyumas, Jawa Tengah, berdampak pada terjadinya tanah longsor. Seperti di Desa Pagerpelah, Kecamatan Karangkobar, hujan deras yang terjadi pada Minggu (2/4) sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan lebar mahkota 8 meter longsor. Sedikitnya 12 rumah mengalami rusak ringan. "Pada saat kejadian, warga mengungsi ke tempat aman. Hingga kemarin masih ada tiga warga yang mengungsi," kata Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rahman, Senin (3/4).

Banjir juga melanda Desa Karangendep, Kecamatan Patikraja, Banyumas. Tebing setinggi 15 meter dengan lebar 10 meter mengalami longsor, kemarin dini hari. "Tidak ada korban jiwa, tapi sejumlah rumah warga terancam kena longsoran," kata petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Banyumas, Kusworo. Tanah longsor juga melanda jalan dekat Jembatan Boro, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Jalan penghubung Kabupaten Ende dengan Sikka yang semula terputus sekarang bisa dilewati kendaraan roda dua. "Material longsor sudah disingkirkan. Transportasi sudah kembali lancar, terutama roda dua. Kendaraan roda empat baru boleh lewat setelah pembangunan jembatan darurat rampung," kata Bupati Ende, Marsel Petu, kepada Media Indonesia, Senin (3/4) .

Dari Klaten, setelah kejadian bencana tanah longsor di beberapa daerah, BPBD setempat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pergerakan tanah di musim pancaroba ini. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, menjelaskan pihaknya telah membentuk empat posko siaga bencana di Kecamatan Bayat, Cawas, Kemalang, dan Kantor BPBD Klaten. Posko-posko itu akan dimanfaatkan BPBD Klaten untuk melakukan sosialisasi ancaman longsor kepada warga.
Selain tanah longsor, banjir mengancam sejumlah daerah.

Di Jambi, sekitar 500 hektare lahan padi milik warga di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dipastikan puso karena terendam banjir sejak dua pekan terakhir. Demikian juga di Kalimantan Tengah, BPBD provinsi setempat menyebutkan hampir seluruh wilayah kabupaten/kota ialah daerah banjir, terutama di hulu daerah aliran sungai (DAS), seperti di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara.

Saat ini Kalteng sudah memasuki musim hujan. Debit air di sejumlah DAS mulai meningkat. Kalteng mempunyai 11 DAS yang melintasi seluruh kabupaten kota. Di Kalimantan Timur, masyarakat Balikpapan meminta wali kota setempat untuk tidak banyak mengeluh dalam menanggapi banjir yang kerap terjadi di wilayah itu. "Wali kota harus belajar tentang topografi wilayah Balikpapan dalam menata kota supaya tidak banjir," kata Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia Balikpapan, Wahyullah Bandung.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya