Tol Pejagan belum Rampung

Supardji Rasban
29/3/2017 23:00
Tol Pejagan belum Rampung
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansya)

PROGRES pengerjaan Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, pada Seksi III dan IV hingga sekarang baru 40%. Diprediksikan jalan tol dua seksi tersebut belum bisa dilalui pada saat arus mudik Lebaran pada H-7. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Sahuri, menyebutkan target penyelesaian pengerjaan Tol Pejagan-Pemalang sebelum Lebaran tahun ini. Tujuannya jalan tol tersebut bisa dilalui para pemudik. Namun, lanjutnya, pemerintah harus realistis melihat progres pengerjaan di lapangan. "Penginnya bisa dilalui saat arus mudik tahun ini tapi kalau melihat kondisi di lapangan, target tersebut terlalu dipaksakan. Apa iya bisa? Sebaiknya pemerintah jangan memaksakan harus selesai," ujar Sahuri, kemarin.

Sahuri menilai target tersebut sulit terealisasi melihat progres pengerjaan fisik tol belum mencapai 50%, sedangkan Lebaran tinggal sekitar dua bulan lagi. Menurutnya, pembangunan jalan tol belum selesai karena pembebasan lahan juga terlambat. Ia memberi contoh di Kabupaten Tegal, pembebasan lahan untuk exit tol terlambat sehingga pengerjaan fisik juga baru dilakukan. "Fisik tol belum banyak terlihat," tambahnya. Jika dipaksakan dengan kondisi infrastruktur yang belum memadai, dikhawatirkan bisa menyengsarakan para pemudik. "Menurut saya, terlalu dipaksakan kalau harus sudah bisa dilewati arus mudik nanti walaupun hanya fungsional. Paling sudah siapnya saat Idul Adha nanti," terangnya.

Sebaliknya, pelaksana proyek jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV tetap optimistis ruas tol dari Brebes sampai Pemalang bisa dilalui sebelum Lebaran. Staf Legal PT Waskita Karya, Narendra Aryo Bramastyo, menjelaskan pengerjaan konstruksi ruas jalan Tol Brebes-Pemalang sepanjang 37 km terus dikebut. "Progresnya sudah 40%. Targetnya sebelum H-7 sudah tersambung dari exit Tol Brebes Timur sampai Pemalang. Kalau belum 100%, minimal sudah bisa dilewati secara fungsional," kata Narendra. Masih terkait dengan infrastruktur, jalan antara Desa Prendegan dan Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, ambles sepanjang 30 meter.

Ratusan pelajar yang melintasi jalan tersebut terpaksa berjalan kaki sebab angkutan umum yang harusnya melintas di jalan yang ambles, kini harus memutar hingga 8 km. Aktivitas perekonomian khusus warga Desa Prendengan juga terganggu. "Kami berharap dinas terkait atau pemkab segera melakukan perbaikan agar jalan bisa dilalui lagi," kata Kepala Desa Prendengan, M Fathurohman.

Pengusaha demo
Ratusan pengusaha asli Papua berdemo di depan Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVIII Provinsi Papua dan Papua Barat di Jayapura, Rabu (29/3). Koordinator aksi demo Radia Wanggai mengatakan selama ini BPJN XVIII selalu memberikan proyek bernilai miliaran rupiah kepada pengusaha-pengusaha tertentu secara terus-menerus. "Banyak terjadi KKN dan sama sekali tidak berpihak pada pengusaha Papua," duga Radia. Kepala BBPJN Papua dan Papua Barat Osman Marbun menanggapi hal itu mengatakan, bahwa pihaknya sudah berlaku adil. Saat ini ada 33 paket pekerjaan di Papua dan 26 paket di antaranya untuk pemberdayaan putra Papua. (LD/MC/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya