Underpass Simpang 5 Bandara Sultan Hasanuddin Sudah 75%

Lina Herlina
24/3/2017 13:50
Underpass Simpang 5 Bandara Sultan Hasanuddin Sudah 75%
(Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) meninjau proyek pembangunam Underpass Bandara Sultan Hasanuddin---ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

PEMBANGUNAN underpass simpang lima Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar pembangunannya telah mencapai 75,75% dari target 76,27% pada Maret 2017.

Meski demikian, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi semua pihak baik dari Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Balai besar Pelaksanaan Jalan Nasiobal XIII Makassar yang telah berusaha bekerja agar terowongan underpass bisa tembus.

"Sepuluh hari lalu saya ke sini. Dan masih ada 15 meter yang belum tembus. Dan Alhamdulillah saat ini bisa tembus terowongannya dari panjang pembangunan underpass 110 meter dengan lebar 20,6 meter," kata Sayhrul di Makassar, Jumat (24/3).

Proyek underpass ini sendiri sudah dibangun sejak 2015 dengan nilai kontrak Rp169,6 miliar dari APBN. Lingkup kerjanya sendiri selain underpass-nya, juga main road underpass 560 meter dan 340 meter, yang lebarnya 7,5 meter sehingga membentuk 2 jalur atau arah, dengan 4 lajur.

"Ini lebih cepat dari target yang ada. Semua bekerja dengan baik. Dan ini kan jadi jalan keluar dari bottle neck (penyempitan) jalan yang terjadi tujuh tahun terakhir di simpang lima," lanjut Syahrul.

Kepala Satker Jalan Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Amin Hamid mengatakan, kondisi bangunan sudah sampai 75,75% deviasi 0,51%.

"Paling tidak 21 Juni sudah bisa fungsional. Tinggal aksesoris saja, dan itu sudah bisa kita laksanakan," serunya.

Sementara Rahman Iskandar, Side Engginer Kosultan Pembangunan menambahkan, jika tinggal pekerjaan mulut terowongan saja yang akan dirampungkan, karena pekerjaan bagian atas sudah. Untuk pekerjaan bawah dari mulut terowongan masih yang belum.

"Supaya bisa rampung seperti permintaan bapak gubernur dan ada air mancurnya. Kita akan bekerja 24 jam karena sebelumnya kita terkendala cuaca. Paling tidak sudah fungsional sebelum lebaran," pungkas Rahman. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya