Pemprov Sumut Tempuh Konsinyasi

Puji Santoso
24/3/2017 05:43
Pemprov Sumut Tempuh Konsinyasi
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

PROYEK pembangunan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 61,8 kilometer di Provinsi Sumatra Utara diprediksi rampung pada Mei 2017 mendatang, atau sebulan sebelum Hari Raya Lebaran. Kepastian itu diucapkan Staf Ahli Gubernur Sumatra Utara Bidang Ekonomi, SDA, dan Keuangan, Dinsyah Sitompul, kepada Media Indonesia di Medan. "Tidak ada hambatan yang berarti. Mei tahun ini kita prediksi sudah selesai tol itu," ujar Dinsyah, Kamis.

Pembangunan Tol Kota Medan-Kuala Namu sepanjang 17,8 km yang dikerjakan investor dari Tiongkok itu saat ini sudah selesai dikerjakan 15 km, atau 84%. Tol Kuala Namu-Tebing Tinggi, sambung Dinsyah, sampai saat ini masih terkendala pembebasan lahan, yakni sepanjang 44 km. "Lambannya pembebasan lahan karena adanya beberapa proses yang harus dilewati untuk pembayaran lahan warga yang terkena proyek pembangunan tol," ujarnya.

Terdapat 149 persil (bidang tanah) untuk pembebasan lahan Tol Medan-Kuala Namu dan 335 persil di Tol Kuala Namu-Tebing Tinggi. Kendala sama juga dialami Tol Medan-Binjai yang terhambat oleh pembebasan lahan di Helvetia ke Tanjung Mulia sepanjang 2,5 km. Untuk itu, Dinsyah berharap Kejaksaan Tinggi dapat memainkan peran untuk mempercepat realisasi tol di Sumut yang akan menjadi bagian dari jaringan Tol Trans-Sumatra itu.

"Dengan Peraturan Presiden No 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, sudah ada solusi dengan sistem konsinyasi," tambahnya. Cara konsinyasi atau penitipan ganti rugi di pengadilan menjadi solusi terbaik di tengah kebuntuan yang ada.

Cara ini dilakukan bila pihak yang berhak menolak besaran ganti rugi atau apabila pemilik tidak diketahui keberadaannya, atau objek sedang menjadi beperkara. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan pada 8 Januari 2016, ada 10 proyek strategis nasional di Sumut.

Proyek-proyek itu antara lain Tol Medan-Binjai (16 kilometer)--bagian dari 8 ruas Trans-Sumatra--, Tol Kisaran-Tebing Tinggi--bagian dari 8 ruas Trans-Sumatra--, dan Kereta Api Tebing Tinggi Kuala Tanjung yang merupakan bagian dari Jaringan Kereta Api Trans-Sumatra, pengembangan pelabuhan internasional Kuala Tanjung, pembangunan pipa gas Belawan-Sei Mangkei berkapasitas 75 mmscfd dengan panjang 139,24 km.

Sumut berpotensi menjadi hub internasional di barat Indonesia karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Karena itu, Presiden Joko Widodo menegaskan pembangunan infrastruktur transportasi bukan hanya akan mempermudah konektivitas antarwilayah di Sumut.

"Namun, itu juga bisa mendorong laju pertumbuhan daerah lain agar lebih cepat lagi," katanya saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Februari lalu. Gubernur Sumatra Utara HT Erry Nuradi berharap semua pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah di kabupaten/kota, berperan serta mendukung kelancaran proyek-proyek tersebut. (N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya