Kabupaten Sukabumi jadi Etalase Bencana Geologis

Benny Bastiandy
22/3/2017 18:28
Kabupaten Sukabumi jadi Etalase Bencana Geologis
(ANTARA)

POTENSI kebencanaan geologi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, relatif sangat tinggi. Dengan luas mencapai 4.146 kilometer persegi atau sekitar 417 hektare, Kabupaten Sukabumi selalu disebut-sebut sebagai etalasenya bencana.

"Kabupaten Sukabumi itu etalasenya bencana. Potensi bencana kegeologiannya sangat tinggi. Tidak hanya pergerakan tanah, tapi juga tsunami, tanah longsor, dan lainnya," terang Kepala Dinas Energi Sumber Daya Air dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo, kepada Media Indonesia, Rabu (22/3).

Pergerakan tanah, misalnya, menurut Adi potensi terjadinya bencana itu termasuk kategori sedang mengarah tinggi. Potensinya tersebar di wilayah utara dan selatan.

"Hasil pemetaan, kami perkirakan hampir 80% atau 38 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi itu termasuk daerah rawan bencana pergerakan tanah menengah mengarah tinggi," tuturnya.

Kondisi cuaca ekstrem saat ini bisa menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah. Pasalnya, karakteristik kontur tanah itu ketika kemarau akan merekah sehingga terdapat rongga-rongga. Ketika diguyur hujan deras, rongga-rongga itu akan dibebani dengan volume air, sehingga kondisi tanah jadi jenuh.

"Ketika terjadi endapan air yang semakin menumpuk, volume tanah bisa ambruk. Apalagi dengan banyak berubahnya tata guna lahan. Misalnya yang sebelumnya hutan lindung jadi hutan terbuka. Itu bisa jadi memicu tanah longsor," terang dia.

Bagi Adi, berbagai potensi kebencanaan itu tak bisa dihindari. Sekarang tinggal bagaimana masyarakat menyikapinya karena harus hidup di daerah rawan bencana.

"Kalau harus pindah, kecil kemungkinannya karena butuh anggaran besar juga yang tentunya akan membebani masyarakat. Bencana itu gejala alam yang sudah digariskan Allah SWT. Masyarakat juga harus terlibat mengamati gejala-gejala alam itu secara terstruktur dan kontinyu," bebernya.

Berbagai potensi kebencanaan di wilayah yang digadang-gadang terluas se-Pulau Jawa dan Bali itu tentunya harus dibarengi dengan kesiapan personel di lapangan. Jumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDP) tidak akan mampu berdiri sendiri menanggulangi berbagai bencana.

Karena itu, keterlibatan relawan maupun elemen lainnya sangat dibutuhkan untuk membantu tugas BPBD.

"Para relawan maupun personel penanggulangan bencana harus selalu meningkatkan kapasitas agar lebih terkoordinasi efektif. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi petugas maupun relawan yang sigap, siap, dan tanggap bencana," tambah Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono.

Selama 19 Maret hingga 24 Maret, BPBD melaksanakan pelatihan penanganan darurat bencana kepada 30 relawan yang terdiri dari unsur Satgas BPBD, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Pramuka Peduli, PMI Kabupaten Sukabumi, serta relawan di setiap kecamatan.

"Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini berbagai kejadian bencana bisa ditanggulangi cepat dan sigap," pungkas mantan Sekda Kabupaten Sukabumi itu. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya