Pangkalpinang Butuh Rp200 Miliar untuk Penanganan Pascabanjir

Rendy Ferdiansyah
22/3/2017 12:50
Pangkalpinang Butuh Rp200 Miliar untuk Penanganan Pascabanjir
(ANTARA)

MINIMNYA anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung menjadi penyebab terhambatnya penanganan banjir dan pascabanjir 2016 lalu.

Kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pangkalpinang Suparlan mengatakan penanganan masalah banjir di Pangkalpinang tidak maksimal karena pemkot seyogiaya membutuhkan anggaran sebesar Rp200 miliar.

"Untuk menangani Banjir Pangkalpinang kita butuh dana sekitar Rp200 miliar, nah kita tidak punya anggaran sebanyak itu, sekarang ini yang bisa kita lakukan pemiliharaan dan normalisasi bersifat sementara," Kata Suparlan usai menghadiri Peringatan Hari Air Sedunia di Kolong Retensi Kacang Pedang, Pangkal Pinang, Rabu (22/3).

Dengan Rp200 miliar itu, kata dia, pihaknya bisa mengalokasikannya untuk pembuatan waduk tempat penampungan air di hulu sungai Pedidang, normalisasi, serta pengerukan sungai Rangkui dapat maksimal.

"Rp200 miliar ini, untuk penanganan banjir dapat maksimal, sebab akan ada waduk, pengerukan dan normalisasi sungai. Sekarang kita hanya perbaikan dan pemeliharaan saluran air saja, sedangkan untuk pengerukan seadanya sehingga sealu terjadi sedimentasi,"terangnya.

Untuk 2017, Lanjutnya penanganan banjir PU Kota Pangkalpinang hanya mendapatkan anggaran Rp2 miliar. Jumlah tersebut terpaut jauh dari kebutuhan ideal Rp20 miliar.

Untuk itu, PU Kota berharap, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dapat membantu anggaran yang di butuhan guna menangani masalah banjir.

"Kita berharap Kementerian PU dapat membantu kita mengenai penanganan banjir ini,"tutup Suprlan. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya