Daerah Cari Solusi Soal Angkutan Konvensional dan Daring

Lina Herlina
21/3/2017 16:28
Daerah Cari Solusi Soal Angkutan Konvensional dan Daring
(ANTARA FOTO/Lucky R)

REVISI Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 tahun 2016, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, khususnya yang mengatur operasional armada berbasis online, akan mulai berlaku pada 1 April mendatang.

Pemerintah Pusat pun menyerahkan, keputusan mengenai kelanjutan operasional angkutan berbasis daring kepada Pemerintah Daerah. Termasuk penetapan batas bawah dan atas angkutan tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Ilyas Iskandar menjelaskan, dalam menentukan tarif angkutan berbasis online akan dilakukan kajian-kajian terlebih dahulu, karena ini harus menghitung untung dan ruginya.

"Masih akan dilakukan kajian mendalam, apakah tarifnya mendekati taksi konvensional atau sebaliknya, estimasinya akan dihitung. Yang jelas tidak merugikan, pihak-pihak antara Grab dan Go Car dan taksi konvensional," kata Ilyas di Makassar, Selasa (21/3).

Sementara itu, Gubernur Sulsel syahrul Yasin Limpo mengatakan saat ini sedang mencari titik temu terkait permasalahan tersebut. "Kami sedang menjembatani agar permasalahannya cepat selesai dan tidak berlarut-larut," serunya.

Ia mengaku, pihaknya tidak bisa asal mengeluarkan keputusan. Karena tidak ingin ada yang merasa dirugikan. "Sementara ini sedang dilakukan pendekatan. Yang jelas, semua harus komitmen bersama," ujar Syahrul.

Menurut Sayhrul, ada sekitar 6.000 orang bekerja sebagai tenaga taksi konvensional yang juga harus dipikirkan nasibnya. "Kalau sektor ini mati maka pemerintah tentu harus bersiap cari solusi untuk mereka yang kehilangan kerja. Sebaliknya, jika taksi online juga harus tetap kita carakan jalan untuk tetap bisa beroperasi," lanjutnya.

Dari data Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Sulsel, saat ini armada angkutan berbasis online di Sulsel sebanyak 2.200 unit, terdiri atas 2.000 unit Grab dan 200 unit Go Car.

Syahrul juga menyebutkan, jika semua pihak tidak bisa menutup mata dengan teknologi. "Dan selama ini masyarakat juga terbantu dengan angkutan online itu. Saya yakin bisa mencarikan jalan keluarnya. Semua kalau niatnya baik, pasti ada jalan," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya