Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN umat Hindu Karanganyar menggelar upacara Melasti di Telaga Madirda, Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (19/3) pagi.
Ritual ini merupakan rangkaian menjelang perayaan Nyepi, dengan tujuan untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau atau telaga dan juga laut merupakan asal tirta amerta atau air kehidupan.
Umat Hindu yang datang dari berbagai daerah di Karanganyar itu membawa aneka sesaji hasil bumi. Mulai dari beras, buah-buahan, sayur mayur, bunga hingga air putih.
Mereka mengenakan pakaian serba putih. Saat upacara dimulai, mereka duduk bersila menghadap ke arah timur dari Telaga Madirda.
Usai berdoa para pemuka Hindu ini berjalan ke tempat-tempat yang mereka anggap suci di seputar telaga Madirda yang letaknya di bawah lereng Gunung Lawu ini. Selain membunyikan lonceng serta kidung puji-pujian, para pemuka agama Hindu ini pun menciprati air suci ke tempat-tempat tersebut.
Lantunan doa terus terdengar ketika para pemuka agama dan sesepuh ini berlanjut mempercikkan air ke kepala setiap peserta. Beberapa butir beras juga ditempelkan di dahi dan pipi mereka. Sesaji kemudian dilarung ke Telaga Madirda.
Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Karanganyar, Widadi Nur Widioko mengatakan Melasti berasal dari kata Male dan Letah. Male dalam Hindu berarti kekotoran, letah artinya diri manusia.
Menurut dia, makna dari Melasti adalah membersihkan atau membuang kotoran dalam batin manusia dengan menggunakan sumber air kehidupan atau tirta amerta yang dalam kepercayaan umat Hindu di dapat dari danau, laut atau telaga.
Karena itu, inti dari upacara ini adalah sebagai sarana untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk. Seperti tamak dan sombong yang merugikan diri sendiri dan orang lain, yang gilirannya saat perayaan Nyepi besok bisa berlangsung baik. Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 akan jatuh pada hari Selasa, 28 Maret mendatang. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved