Kunjungan Wisman ke Festival Asmat Turun

(MC/N-4)
18/3/2017 02:30
Kunjungan Wisman ke Festival Asmat Turun
(FOTO ANTARA/Husyen Abdillah)

ANIMO wisatawan mancanegara ke Festival Asmat di Kabupaten Asmat mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir. Ajang itu biasa digelar setiap tahun pada minggu kedua Oktober. "Dulunya, setiap tahun masih ada turis asing yang akan berkunjung ke Asmat. Namun, saat ini sangat minim," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Papua, Iwanta Perangin-angin, di Jayapura, Jumat (17/3).

Penyebab utama penurunan jumlah wisman di festival tertua di Tanah Papua itu ialah waktu pelaksanaan festival kerap berubah dan akses transportasi masih minim. "Padahal, Festival Asmat sangat menjanjikan untuk promosi wisata di Papua," imbuhnya. Bayangkan saja, untuk rute Timika-Asmat, dibutuhkan pesawat carter dengan ongkos sekali jalan Rp35 juta dan jenis pesawat tipe karavan yang hanya bisa ditumpangi delapan orang.

Belum lagi jadwal transportasi udara maupun kapal cepat yang tidak menentu. Menurut hitungan Asita, rata-rata, satu wisatawan dikenai biaya perjalanan hingga US$3.000 atau setara Rp39 juta dengan kurs tukar Rp13 ribu/US$ untuk menyaksikan Festival Baliem dan Festival Asmat berdurasi 10-14 hari.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya