Jelang Equinox, Sumbar akan Didera Gelombang Tinggi

Yose Hendra
16/3/2017 17:29
Jelang Equinox, Sumbar akan Didera Gelombang Tinggi
(ANTARA/Darwin Fatir)

JELANG fenomena Equinox 21 Maret mendatang, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatra Barat (Sumbar) memprediksi kawasan pantai barat Sumbar bakal dilanda gelombang tinggi selama dua hari ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Silaing, Sumbar Rahmat Triyono mengatakan ketinggian gelombang laut diperkirakan mencapai 3 meter.

"Potensi gelombang tinggi akan melanda sebagian kawasan pantai Barat Sumatra, salah satunya untuk di Sumbar seperti Mentawai, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman dan Pariaman," jelasnya di Padang, kemarin.

Menurutnya, potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi pola siklonik atau pola pertumbuhan awan secara massal di bagian utara Sumbar.

"Dengan seperti itu, akan mempengaruhi pasokan uap air di Sumbar dan berpotensi terhadap pembentukan awan-awan hujan secara lokal dan hujan di hulu sungai," jelasnya.

Equinox merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret dan September. Dampak fenomena Equinox, jelas Rahmat, salah satunya terjadi peningkatan suhu udara, dengan rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia sekitar 32-36 derajat celcuis yang akan memicu peningkatan tingkat penguapan.

Menyikapi hal ini, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu berkembang.

Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa atau periode transisi atau pancaroba.

"Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan," ungkapnya.

Cuaca demikian terpantau jelang kulminasi matahari atau Equinox yang diprediksi terjadi pada 21 Maret dengan kondisi angin yang kecepatannya 30-35 km.

"Angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu di Mentawai, Padang, Padang Pariaman bagian barat, Kota Pariaman,Tiku, dan Pasaman Barat," paparnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya