Lagi,Sopir Taksi Daring Dipukuli

(DG/SY/N-3)
10/3/2017 23:01
Lagi,Sopir Taksi Daring Dipukuli
(Thinkstock)

AKSI penolakan transportasi daring yang dilakukan para sopir angkutan umum di sejumlah daerah terus berlanjut. Selain aksi mogok, para sopir melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi daring. Sebelumnya, kasus kekerasan menimpa satu keluarga yang menumpang mobil taksi daring di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Kini kasus serupa juga menimpa sopir Go-Car di Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan informasi, aksi perusakan itu terjadi di dekat lokasi wisata Farm House Lembang, Kamis (9/3), sekitar pukul 13.00 WIB, terhadap kendaraan Avanza warna perak dengan nopol D 1721 AFA. Handi Nurdin, korban sekaligus sopir Avanza itu, baru saja mengantarkan penumpang ke Farm House. Ia kemudian menunggu penumpang di arah Kota Bandung. Namun, tiba-tiba dua kendaraan angkutan jurusan Ciroyom-Lembang langsung menghadang di depannya. Kemudian pengemudi angkot beserta penumpang berjumlah sekitar 10 orang turun menghampiri dan menyuruh korban keluar.

Namun, karena tidak mau keluar, korban mendapat perlakuan kasar dari para pelaku. Korban pun akhirnya melaporkan ke polisi. "Kamis malam kami sudah menerima laporan dari korban," kata Kapolsek Lembang Komisaris Widarjo. Dari kejadian itu, korban mengalami luka lebam di wajah, pundak, dan dada sebelah kanan. Sementara itu, kendaraan korban mengalami penyok dan lecet-lecet akibat ditendang dan dilempar batu.

"Kunci kontak mobil dibuang pelaku dan satu ponsel dirampas. Kami masih menyelidiki dengan mencari keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ujar Widarjo. Aksi penolakan taksi daring juga terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sopir taksi argo dan angkutan kota berencana mogok massal karena masih ada taksi daring beroperasi. Padahal, Pemkot Balikpapan melalui dinas perhubungan telah memberikan surat penghentian operasional Go Car untuk sementara pada awal Februari lalu.

Ketua Pengurus Asosiasi Pengusaha Pengemudi Taksi Argo Balikpapan, Hamzah, mengemukakan aksi mogok massal yang direncanakan itu akan diikuti ratusan sopir dan pelaku jasa transportasi. "Kami mau solusi. Pertemuan terakhir, katanya, tak bisa dilakukan apa-apa dengan alasan server dan sebagainya di Jakarta. Sudah dihentikan tapi faktanya masih beroperasi," kata Hamzah, Jumat (10/3). Sementara itu, Pemkot Balikpapan secara tegas tidak bisa menutup perusahaan, terlebih banyak menunjang tenaga kerja.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya