Galian C Picu Longsor di Sumbar

(Tim/N-3)
07/3/2017 23:30
Galian C Picu Longsor di Sumbar
(ANTARA/MOHAMAD HAMZAH)

GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menuding banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, salah satunya disebabkan aktivitas penambangan galian C. “Dari pantauan kita ke lokasi pada Sabtu (4/3), tepat di atas lokasi longsor terdapat aktivitas penambangan galian C. Jika tambang tersebut ilegal, kita bawa pada penegak hukum. Jika legal maka akan dicabut izinnya,” ujar Irwan Prayitno, Selasa (7/3).

Menurutnya, maraknya penambangan liar galian C sangat riskan terjadi longsor ketika kondisi cuaca sedang eks­trem. Adanya temuan galian C itu, gubernur memerintahkan Dandim Limapuluh Kota, Letkol Heri S, untuk menindak tegas pelaku penambangan galian C di atas bukit. Hingga kemarin, bantuan logistik untuk korban banjir di Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya di daerah terisolasi dikirim menggunakan helikopter.

Sementara itu, jalan nasional menghubungkan Riau dan Sumatra Barat, yang sempat ambrol pada Senin (6/3) petang, saat ini sudah bisa kembali dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. Namun, kendaraan bertonase besar seperti truk dan bus angkutan masih dilarang melintas. Dari Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat telah mengusulkan anggaran Rp12 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, untuk mengantisipasi bencana di 19 kabupaten/kota di wilayah itu. Hal itu terkait dengan dikeluarkannya darurat siaga bencana di Jawa Barat hingga 29 Mei.

Banjir kiriman dari hulu setinggi setengah meter hingga 1 meter ini mulai dirasakan warga di Kabupaten Tebo, Batanghari, Sarolangun, dan Merangin. Di Kabupaten Tebo, banjir setinggi 1 meter memaksa ratusan pedagang mengosong­kan lapak dan los pasar tradisional di pasar induk Muaratebo, yang berlokasi di pusat kabupaten. Banjir juga mengancam Kalimantan Selatan dan Bengkulu. Selain banjir, ancaman tanah longsor juga terjadi di Bali, Cilacap, Brebes, Yogyakarta, Sukabumi, dan Tasikmalaya. (Tim/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya