Wajah Baru Balerante seusai Erupsi

(Djoko Sardjono/N-3)
01/3/2017 03:45
Wajah Baru Balerante seusai Erupsi
(ANTARA/ALOYSIUS JAROT NUGROHO)

POHON-POHON pinus menjulang di antara bukit hijau menghampar. Di bawahnya terdapat kali mati (sungai mati). Namun, bila Gunung Merapi erupsi, sungai itu akan dipenuhi dengan pasir dan lahar. Di atasnya ada sebuah gardu pandang yang terbuat dari kayu. Tempat itu menjadi salah satu spot untuk berfoto paling favorit. Itulah kondisi terkini Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, yang kini menjadi salah satu destinasi wisata. Saat Gunung Merapi Erupsi pada 2010, desa itu luluh lantak akibat disapu awan panas. Bahkan, yang tersisa hanyalah pepohonan yang terbakar. Jalanan penuh dengan debu dan abu gunung. Kini penampilannya justru terbalik.

Pemandangan di Desa Balerante ini cukup indah. Perubahan di Balerante ini kini menjadi perbincangan masyarakat Klaten dan sekitarnya. Termasuk Plt Bupati Klaten, Sri Mulyani yang menyempatkan diri untuk melihat langsung daerah wisata baru di Klaten itu pada Jumat (24/2). Ia bersama rombongan terkagum-kagum dengan pemandangan desa yang cukup indah itu. Objek wisata Kali Talang yang dibangun di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Resor Kemalang ini diinisiasi para relawan yang didukung pemerintah desa. Lokasi objek wisata alam ini hanya sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Objek wisata Kali Talang ini harus dikelola secara profesional. Untuk itu, kami berikan bantuan Rp100 juta kepada Bumdes Maju Makmur untuk modal awal pengelolaan daerah wisata di sini,” kata Sri Mulyani disambut tepuk tangan meriah relawan objek wisata tersebut. Di kawasan wisata alam tersebut ada beberapa objek wisata baru, yakni downhill yang dikhususkan untuk pecinta olahraga sepeda gunung. Mulai jalur ekstrem hingga paling ekstrem ada di situ. Para penggila olahraga sepeda bisa bersepeda sambil melihat pemandangan yang indah di kaki gunung.

Kemudian, pemerintah Desa Balerante menawarkan potensi produk lokal yang dikembangkan masyarakat mulai dari keripik meranti dan dahlia, batik, minyak cengkih, susu, dan museum erupsi Merapi. Meski cukup indah lokasi wisata itu, para wisatawan terus diminta waspada karena kawasan tersebut masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. “KRB III merupakan kawasan yang paling terancam. Maka, perlu dibangun sistem peringatan dini. Jadi, aspek keamanan dan keselamatan perlu diperhatikan. Untuk itu, kami juga mendampingi masyarakat yang mengelola objek wisata ini,” ujar inisiator Objek Wisata Kali Talang, Made dan Lilik Kurniawan yang juga Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB.
Selain itu, para relawan juga diminta aktif memberikan informasi aktivitas Gunung Merapi ke masyarakat. (Djoko Sardjono/N-3)

Di bawahnya terdapat kali mati (sungai mati). Namun, bila Gunung Merapi erupsi, sungai itu akan dipenuhi dengan pasir dan lahar. Di atasnya ada sebuah gardu pandang yang terbuat dari kayu. Tempat itu menjadi salah satu spot untuk berfoto paling favorit. Itulah kondisi terkini Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, yang kini menjadi salah satu destinasi wisata. Saat Gunung Merapi Erupsi pada 2010, desa itu luluh lantak akibat disapu awan panas. Bahkan, yang tersisa hanyalah pepohonan yang terbakar. Jalanan penuh dengan debu dan abu gunung. Kini penampilannya justru terbalik.

Pemandangan di Desa Balerante ini cukup indah. Perubahan di Balerante ini kini menjadi perbincangan masyarakat Klaten dan sekitarnya. Termasuk Plt Bupati Klaten, Sri Mulyani yang menyempatkan diri untuk melihat langsung daerah wisata baru di Klaten itu pada Jumat (24/2). Ia bersama rombongan terkagum-kagum dengan pemandangan desa yang cukup indah itu. Objek wisata Kali Talang yang dibangun di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Resor Kemalang ini diinisiasi para relawan yang didukung pemerintah desa. Lokasi objek wisata alam ini hanya sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Objek wisata Kali Talang ini harus dikelola secara profesional. Untuk itu, kami berikan bantuan Rp100 juta kepada Bumdes Maju Makmur untuk modal awal pengelolaan daerah wisata di sini,” kata Sri Mulyani disambut tepuk tangan meriah relawan objek wisata tersebut. Di kawasan wisata alam tersebut ada beberapa objek wisata baru, yakni downhill yang dikhususkan untuk pecinta olahraga sepeda gunung. Mulai jalur ekstrem hingga paling ekstrem ada di situ. Para penggila olahraga sepeda bisa bersepeda sambil melihat pemandangan yang indah di kaki gunung.

Kemudian, pemerintah Desa Balerante menawarkan potensi produk lokal yang dikembangkan masyarakat mulai dari keripik meranti dan dahlia, batik, minyak cengkih, susu, dan museum erupsi Merapi. Meski cukup indah lokasi wisata itu, para wisatawan terus diminta waspada karena kawasan tersebut masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. “KRB III merupakan kawasan yang paling terancam. Maka, perlu dibangun sistem peringatan dini. Jadi, aspek keamanan dan keselamatan perlu diperhatikan. Untuk itu, kami juga mendampingi masyarakat yang mengelola objek wisata ini,” ujar inisiator Objek Wisata Kali Talang, Made dan Lilik Kurniawan yang juga Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB. Selain itu, para relawan juga diminta aktif memberikan informasi aktivitas Gunung Merapi ke masyarakat. (Djoko Sardjono/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya