PLTP 3 Mw Kamojang Diujicobakan

(Nda/N-4)
01/3/2017 03:15
PLTP 3 Mw Kamojang Diujicobakan
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 3 Megawatt (Mw) Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, resmi diujicobakan, Selasa (28/2). Pengembangan PLTP 3 Mw dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). “PLTP 3 Mw yang sedang diluncurkan di Kamojang ini wujud riset teknologi tipe flash condesing, “ jelas Kepala BPPT Unggul Priyanto.

Flash condesing merupakan salah satu pendekatan teknologi yang diterap­kan BPPT untuk rintisan PLTP skala kecil. Desainnya dibuat BPPT bersama konsorsium riset panas bumi untuk mengoperasikan PLTP di bawah 5 Mw, dengan nilai komponen dalam negeri 70% berbiaya Rp80 miliar. Unggul menyebutkan, cadangan panas bumi di Indonesia cukup besar, terletak pada 99 lokasi di sepanjang jalur vulkanis di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, lalu berbelok ke Maluku dan Sulawesi. Potensi listrik dari panas bumi di Indonesia sebesar 29 ribu Mw, atau setara dengan 40% potensi di dunia.

“Tapi pemanfaatannya baru sekitar 1.500 Mw, atau kurang dari 5%.” Salah satu kendala utama pengembangan energi panas bumi ini ialah harga pembelian listrik oleh PT PLN yang belum memenuhi nilai ekonomi. “Lebih menguntungkan untuk pengembangan PLTP di Indonesia Timur terutama di NTB, NTT, dan Maluku karena BPP di sana cukup tinggi,” kata Unggul. PLTP skala kecil ini mampu menyubstitusi 300 PLTD dengan masing-masing berukuran 3 Mw di Indonesia Timur. Unggul berharap, pengembangan PLTP bisa diinisiasi pemerintah lewat Konsorsium Industri Dalam Negeri.

Menristek Dikti Muhammad Nasir pun menyambut baik inovasi BPPT itu. “Saya akan adakan official meeting untuk menindaklanjuti soal konsorsium ini untuk pengembangan geotermal. Rencananya, membentuk Institut Riset yang fokus pada energi baru terbarukan (EBT),” sebutnya. Untuk kebutuhan riset EBT, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan Indonesia bisa memanfaatkan hibah US$300 juta dari negara maju. (Nda/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya