Harga Gabah Hasil Panen Merosot Tajam

(JI/AD/LD/N-2)
01/3/2017 02:30
Harga Gabah Hasil Panen Merosot Tajam
(MI/Bagus Suryo)

HARGA gabah hasil panen musim ini di sejumlah daerah merosot tajam. Di Brebes, Jawa Tengah, petani hanya bisa menjual gabah seharga Rp3.000-Rp3.200 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah, Rp3.700. “Kami sulit mengeringkan gabah karena musim hujan masih berlangsung. Musim ini hasil panen juga merosot dari biasanya mencapai 30 ton per hektare, kali ini hanya 25 ton,” papar Tarwo, petani di Desa Kedung Tukang, Jatibarang.

Ia berharap Bulog turun ke lapangan dan melakukan pembelian gabah. “Dengan harga di bawah HPP, kami merugi karena harga pupuk dan obat-obatan terus naik,” lanjutnya. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Petani tidak bisa berharap mendapat untung karena harga gabah mereka hanya ditawar Rp3.500 per kilogram. “Kami terpaksa menyimpan dan menunda penjualan gabah karena harganya anjlok. Padahal, dalam kondisi normal, gabah bisa dihargai Rp4.500 per kilogram,” ujar Somar, petani di Desa Sukahaji, Cihaurbeuti.

Harga gabah yang anjlok hingga Rp3.100-Rp3.200 per kilogram di Banyumas, Jawa Tengah, membuat dinas pertanian dan ketahanan pangan meminta Bulog turun tangan. Lembaga penyangga ketahanan pangan itu diharapkan mempercepat penyerapan sehingga harga tidak anjlok. Kepala Dinas Pertanian dan Keta-hanan Pangan Banyumas Tjutjun Sunarti mengatakan, meski baru ada 2.000 hektare lahan yang panen, harga gabah sudah sangat anjlok. “Kami khawatir harga makin turun karena Maret akan ada 18 ribu hektare lahan yang panen.” Humas Bulog Banyumas M Priyono berjanji pihaknya terus menyerap gabah petani. “Saat ini kontrak yang diajukan mitra Bulog Banyumas mencapai 780 ton. Realisasi yang sudah masuk ke Gudang Bulog mencapai 100 ton.” (JI/AD/LD/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya