Campak masih Jangkiti Orang Rimba

(SL/N-2)
27/2/2017 01:50
Campak masih Jangkiti Orang Rimba
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

SEJAK awal Februari hingga Minggu (26/2), sebanyak 47 warga suku Anak Dalam atau orang Rimba yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Batanghari, Jambi, harus dirawat di rumah sakit karena wabah campak. Kondisi mereka juga memprihatinkan karena kurang asupan gizi. "Kondisi mereka sangat lemah. Untuk menghindari risiko kematian, kami memfasilitasi mereka untuk berobat di sejumlah rumah sakit," papar Sukmareni, aktivis Komunitas Konservasi Indonesia-Warsi Jambi, kemarin.

Para korban berasal dari kelompok Terap dan kelompok Sepintun. Mereka dirawat di RS Raden Matthaer Kota Jambi, RS Haji Badoel Madjid Batoe Muarablian Batanghari, dan RS Chatib Quswain Kabupaten Sarolangun. Berkat penanganan medis yang cepat, beberapa orang sudah dipulangkan dari rumah sakit. Yang masih dirawat, sampai Minggu (26/2), sebanyak 26 orang.

Selain terjangkit campak, para korban menderita komplikasi penyakit lain, seperti paru-paru basah, diare, dan kurang gizi. Di musim penghujan, wabah campak masih berpotensi menyerang keluarga orang Rimba. Kami juga sudah menemukan beberapa orang di antara mereka yang menderita demam dan langsung melakukan pengobatan," tambah fasilitator kesehatan KKI-Warsi Jambi Rusli Efendi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya