NasDem Bantu Korban Banjir

(TB/AB/YK/DW/SL/BB/RS/SY/AD/UL/MY/N-2)
27/2/2017 01:40
NasDem Bantu Korban Banjir
(MI/MOHAMAD IRFAN)

BANJIR besar yang melanda Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menerbitkan simpati sejumlah lembaga. Partai NasDem Sulawesi Tengah mengulurkan bantuan awal berupa 2,5 ton beras dan 96 kardus mi instan. "Bantuan kami salurkan ke desa-desa terdampak. Hujan deras masih turun sehingga kami juga terus bergerak membantu warga," papar Kepala Badan Rescue Partai NasDem Sulawesi Tengah, Hajalia Somba, yang berada di lokasi banjir, Minggu (26/2). Banjir di Buol melanda ratusan rumah di tiga kecamatan, yakni Momunu, Tiolan, dan Bukal. Belasan desa terendam air dengan ketinggian 2-3 meter.

"Ada 1.126 warga yang terdampak bencana ini," lanjut Hajalia. Kemarin, banjir juga masih melanda Kabupaten Pasuruan, Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban, Jawa Timur, serta Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Beberapa pemimpin daerah pun bersiaga terhadap ancaman banjir. Di Jambi, BPBD memberlakukan siaga 24 jam di titik rawan bencana di 11 kabupaten dan kota. "Selain personel, kami juga menyiapkan peralatan yang dibutuhkan saat bencana terjadi," kata Plt Sekretaris BPBD Jambi Dalmanto. Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendapat tugas untuk membenahi drainase di wilayah mereka. Tim satgas bekerja melancarkan aliran air dari tumpukan sampah di gorong-gorong.

"Kami sudah mengangkut sampah sebanyak satu truk yang diambil dari gorong-gorong. Sampah menjadi penyebab utama banjir genangan," terang Kepala Dinas Perhubungan Abdul Rachman. Tidak mau dilanda banjir terus-menerus, warga di lingkungan Kubujati, Kelurahan Banyuning Utara, Buleleng, Bali, menggeser alur sungai ke arah barat dari posisi awal. Alur baru itu memanfaatkan lahan milik warga. "Demi keselamatan bersama, warga itu merelakan lahannya digunakan sebagai alur sungai pengganti. Alur sungai lama diuruk dan bisa dimanfaatkan untuk permukiman," kata Nyoman Sursana, tokoh warga.

Setelah pemindahan itu, warga berharap Balai Wilayah Sungai Bali-Penida melakukan pembenahan tanggul permanen.
Saat daerah lain bersiap hadapi bencana, Pemkot Balikpapan, Kalimantan Timur, justru kelimpungan karena tidak memiliki dana. Tahun ini mereka tidak memiliki anggaran bencana karena harus membayar utang proyek 2016 senilai Rp200 miliar.
"Padahal, ada 50 titik banjir yang harus ditangani segera. Tahun ini kami tidak bisa melakukan apa-apa," aku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan Tara Allorante. Ia berharap anggaran penanganan banjir bisa dialokasikan pada APBD Perubahan 2017. "Salah satu proyek yang mendesak ialah revitalisasi Sungai Ampal yang butuh anggaran Rp90 miliar," tambah Tara.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya