70% Jalur Selatan Jawa Rusak

Kristiadi
26/2/2017 23:00
70% Jalur Selatan Jawa Rusak
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

KERUSAKAN jalan nasional tidak hanya di Jawa Timur. Setelah sebelumnya ditemukan kerusakan jalan nasional cukup parah di Lamongan sepanjang 7 kilometer, kini jalur selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah juga diketahui rusak. Kerusakan ruas jalan nasional lintas selatan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah itu mencapai 70%. Kepala Korlantas Polri Irjen Roycke Lumowa menjelaskan jalur selatan yang biasanya digunakan untuk arus mudik, kini kondi-sinya rusak dan dipenuhi lubang.

"Kerusakan jalan terutama di perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah mencapai 9 kilometer. Tepatnya dari perbatasan Jawa Barat menuju Kabupaten Cilacap hingga perbatasan Kabupaten Banyumas. Jalan yang rusak berat di Kecamatan Majenang, Cimanggu, dan Karang Pucung," kata Irjen Roycke Lumowa saat melakukan uji kelayakan jalan di beberapa jalur selatan, Minggu (26/2).

Ia bersama Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Tomex Kurniawan, perwakilan PT Jasa Raharja, staf Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melihat secara langsung kondisi jalan di jalur selatan. Hasil temuan tersebut akan disampaikan kepada Kementerian PU-Pera agar sebelum musim mudik Lebaran Juni mendatang, jalan utama tersebut sudah diperbaiki. Masih terkait dengan infrastruktur jalan, tanah longsor dan jalan ambles yang terjadi di Kampung Awiluar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengakibatkan satu desa terisolasi.

Kejadian tanah longsor sejak Februari 2016, tapi hingga kini belum diperbaiki. "Jalan alternatif menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Langkaplancar, Kabupaten Pa-ngandaran, Jawa Barat, tidak bisa dilalui semua kendaraan termasuk pejalan kaki. Penyebabnya timbunan material longsor belum disingkirkan. Pemkab beralasan tidak punya alat berat," kata Camat Karangjaya, Dedi Mulyadi.

Amblesnya jalan juga terjadi di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Salah satu titik jalan yang ambles ialah di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Jalan tersebut ambles sepanjang 7 meter dengan lebar 3 meter. "Warga yang menggunakan kendaraan harus melintas pelan-pelan dan bergantian," terang Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyumas, Kusworo.

Defisit anggaran
Pada bagian lain, Provinsi Bangka Belintung menunda pembangunan jembatan Kelabat di Bangka karena defisit anggaran. Sebelumnya pemprov juga menunda pembangunan empat waduk. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung Hasanudin membenarkan untuk tahun ini ada beberapa pembangunan infrastruktur yang ditunda. "Pembangunan empat waduk untuk mengatasi banjir di Pangkalpinang dan jembatan Teluk Kelabat penghubung antara Kabupaten Bangka dan Bangka Barat sudah pasti ditunda. Beberapa infrastruktur itu dibangun dengan APBN. Namun, karena ada defisit anggaran, jadi ditunda," terang Hasanudin. Pembangunan jembatan Teluk Kelabat yang menelan biaya Rp1,1 triliun itu untuk mempercepat jarak tempuh dari Kabupaten Bangka ke Bangka Selatan. (LD/RF/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya