KESIAPAN armada distribusi barang dan orang pada Natal dan Tahun Baru mulai mendapat perhatian DPR. Kemarin, Ketua Komisi V DPR Fary Francis dan sejumlah anggotanya melihat kesiapan di Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Kami minta Pelindo III mempercepat proses bongkar muat barang-barang kebutuhan Natal guna mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran. Saat ini, waktu bongkar muat rata-rata lima hari, kami minta dipercepat menjadi tiga hari," ujarnya. Kunjungan juga dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan ASDP di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Di lokasi itu, wakil rakyat mengecek informasi masih adanya pungutan liar yang dikutip petugas. "Kami dapat pengaduan dari masyarakat. Pungli dilakukan petugas dan buruh angkutan. Mereka mengutip tarif angkut barang lebih tinggi daripada tarif seharusnya," tandas Fary. Kepala PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang Arnoldus Yansen mengaku telah mengambil langkah-langkah perbaikan terhadap sejumlah persoalan di pelabuhan. "Kami sudah memajang daftar tarif di papan dan meminta penumpang tidak membeli tiket pada petugas yang tidak berseragam ASDP."
Dari Surabaya dilaporkan, Pemprov Jawa Timur tidak memasukkan dana pembangunan jalur lintas selatan Jawa Timur ke APBD 2016. Namun, proyek itu masih tetap berjalan karena pemerintah pusat menganggarkan Rp750 miliar dalam APBN 2016. "Jatim hanya menganggarkan dana untuk pemeliharaan, yang jumlahnya kecil," aku Kepala Bappeda Jatim RB Fattah Jasin. Fattah menjelaskan pembangunan jalan itu membutuhkan anggaran yang sangat besar, mencapai Rp6 triliun lebih. Jalan tersebut akan melintasi Kabupaten Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Jalur itu ditargetkan tuntas 2019. Sementara itu, pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi akan tuntas selesai pertengahan 2017. Saat ini, kontraktor tengah membangun tahap I sepanjang 15 kilometer.