Keluarga Wabup Cirebon Janji Kooperatif

(UL/MC/RK/TS/OL/AU/BB/N-2)
22/2/2017 03:50
Keluarga Wabup Cirebon Janji Kooperatif
(ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

WAKIL Bupati Cirebon, Jawa Barat, Tasiya Soemadi, sampai Selasa (21/2) masih buron. Pihak keluarga menyatakan akan tetap kooperatif untuk memudahkan kerja aparat kejaksaan dan kepolisian. “Keluarga tetap akan menyampaikan apa adanya terkait upaya perburuan Tasiya oleh kejaksaan. Sampai saat ini, keluarga belum bisa berkomunikasi dengannya setelah yang terakhir pada 30 Januari lalu,” papar kuasa hukum Tasiya, Iman Nurhaiman, Selasa (21/2).

Dalam komunikasi terakhir itu, Tasiya atau yang kerap dipanggil Gotas berjanji akan menyerahkan diri pada 1 Februari, seperti limit yang ditetapkan kejaksaan. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Bambang Marsana mengaku belum mendapat kabar terbaru soal keberadaan Gotas. “Kami terus berkoordinasi dengan tim Adhyaksa Center yang menggunakan teknologi informasi untuk melacak keberadaannya.” Gotas dinyatakan buron dan masuk daftar pencarian orang pada 1 Februari. Ia harus menjalani hukuman 5 tahun 6 bulan seperti yang ditetapkan Mahkamah Agung.

Tasiya terbukti menikmati potongan dana hibah masyarakat. Ia mendapatkannya dari dua anak buahnya, Subekti Sunoto dan Emon Purnomo, yang juga sudah menjadi terpidana. Pemimpin daerah yang juga menjadi pesakitan ialah Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi. Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua sudah menetapkan dia sebagai tersangka penyalahgunaan APBD Kabupaten Mamberamo Raya 2011-2013. Saat itu, tersangka masih menjabat sebagai Kabag Keuangan Pemkab Mamberamo Raya.

Kemarin, Thomas diperiksa penyidik. “Pemeriksaan berlangsung selama 5 jam, dan penyidik melayangkan 32 pertanyaan,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Achmad Mustofa Kamal. Selama menjabat kabag keuangan, Thomas diduga memperkaya diri dengan memin-dahkan dana daerah ke reke-ning pribadi yang jumlahnya mencapai Rp84 miliar. Tim Saber Pungli meringkus empat pegawai honor Dishub Kabupaten Siak, Riau karena melakukan pungli di pos dishub.

Belum transparannya pelayanan Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Temanggung juga dikritisi Tim Saber Pungli. Saat melakukan sidak, tim mendapati kantor itu tidak memajang tarif resmi dan biaya pengurusan sertifikat. “Masyarakat yang meng-urus sertifikat jadi bingung,” jelas Ketua Tim Saber Pungli Komisaris Dax Emanuelle. Penangkapan tersangka kasus pungli di Kabupaten Cirebon, Jabar, akan terus didalami tim. “Kami akan melakukan gelar perkara sebelum menentukan langkah yang akan diambil,” kata Ketua Tim Komisaris Boniacius Surano. Untuk mencegah penipuan dan kecurangan penerimaan anggota Polri, panitia disumpah di Polda Bali. (UL/MC/RK/TS/OL/AU/BB/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya