Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN rumah warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir setelah hujan deras melanda daerah itu.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Madias, di Lebak, Selasa (21/2), mengatakan, banjir melanda beberapa kelurahan dan desa di wilayah Rangkasbitung akibat meluapnya sejumlah sungai dan drainase.
Ketinggian banjir antara 70 sampai 90 sentimeter sehingga sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Apalagi, saat ini curah hujan intensitas tinggi, sedang, dan ringan masih berlangsung.
Curah hujan terjadi pagi, siang, sore, malam sampai dini hari.
Masyarakat yang terdampak banjir tercatat 258 rumah antara lain Kelurahan Muara Ciujung Timur sebanyak 215 rumah, Kelurahan Cijoro Lebak 13 rumah, dan Desa Rangkasbitung Timur 31 rumah. Namun, sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir mulai surut. Sedangkan, sebagian besar lainnya warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Kami minta warga yang masih terendam banjir agar tinggal di tempat pengungsian," katanya.
Menurut Madias, banjir yang merendam rumah warga itu sudah menjadi langganan banjir jika curah hujan deras berlangsung minimal 3,5 jam. Pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan drainase maupun normalisasi anak sungai. Di samping itu juga warga tidak membuang sampah ke selokan sehingga arus air tidak berjalan lancar.
BPBD mengoptimalkan tujuh pompa sedot untuk mengatasi banjir yang melanda permukiman warga Rangkasbitung. Pengoperasian pompa sedot untuk membantu masyarakat agar tidak tergenang air.
"Saya kira banjir ini juga akibat air drainase tidak berjalan lancar, seperti di perumahan Komdik itu," katanya.
Madias mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan kebutuhan bahan pokok untuk warga yang terkena banjir. Penyaluran bahan pokok tersebut guna meringankan beban ekonomi masyarakat
setempat. Selama ini, pihaknya belum menerima warga yang terkena banjir terjadi karawanan pangan.
"Kami terus memantau perkembangan banjir karena curah hujan cenderung meningkat," ujarnya menjelaskan.
Siti Samsiah, 50, warga Kompleks Pendidikan Kecamatan Rangkasbitung, mengaku, rumahnya terendam banjir setinggi 70 cm akibat dampak pembangunan jalan double track Commuter Line. Saat ini, diperkirakan 30 rumah warga di wilayahnya terendam banjir karena drainase tidak berfungsi.
Pembangunan double track di atas permukiman warga, sehingga air hujan tidak berjalan hingga merendam rumah warga.
"Kami berharap adanya pembangunan drainase untuk mengatasi banjir sehingga arus air berjalan lancar," katanya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved