Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
OMBAK tinggi kembali menelan korban. Akhir pekan lalu, tiga orang tewas saat jongkong yang mereka tumpangi dihajar cuaca buruk di Sungai Hantu, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Saat kejadian, motor sungai itu membawa 17 penumpang. Sebanyak 14 penumpang lain selamat setelah berenang ke pinggir. "Kapal yang membawa karyawan perkebunan kelapa sawit itu oleng dan terbalik setelah menabrak ombak. Tiga penumpang tewas," papar Kapolres Banyuasin AKB Andri Sudarmadi, Senin (20/2). Selain pengaruh ombak, kecelakaan itu terjadi akibat jongkong membawa penumpang yang melebihi kapasitas.
"Pengemudi jongkong bernama Yanto, 37, selamat, dan masih kami periksa secara intensif," lanjut Andri. Para penumpang jongkong ialah buruh sawit yang hendak pulang ke sejumlah daerah di Pulau Jawa. Jenazah ketiga korban masih berada di RS Bhayangkara, Palembang. Cuaca buruk dan ombak setinggi 3 meter di sekitar perairan Berau, Kalimantan Timur, juga menyebabkan dua kapal mengalami kecelakaan. Meski tidak memakan korban, peristiwa itu membuat nelayan meningkatkan kewaspadaan.
"Dalam kondisi cuaca tidak bersahabat seperti saat ini, kami sudah meminta nelayan dan motoris penyeberangan tidak memaksakan diri untuk melaut. Kalau terpaksa melaut, mereka wajib menggunakan alat keselamatan," kata Kepala Dinas Perhubungan Berau, Abdurrahman. Kecelakaan pertama terajadi di perairan Biduk-Biduk. Kapal yang disewa petugas Badan Pusat Statistik Berau dihantam gelombang tinggi sehingga kapal bocor. Tujuh penumpang dan juru kemudi selamat setelah ditolong kapal lain. Sebelumnya, KM Fitri 05 yang mengangkut ternak dan sepeda motor juga karam di perairan Kampung Tanjung Perepat.
Penumpang kapal selamat, tapi seluruh ternak mati. Di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, nelayan yang dilaporkan hilang sejak Kamis (16/2), yakni Hendro, 30, warga Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, ditemukan sudah tidak bernyawa. Kepala Pos SAR Mentawai Hendri mengatakan Hendro ditemukan sekitar 50 meter dari Muara Pulau Siburu depan Tuapeijat. Sebelumnya, Hendro dilaporkan hilang oleh keluarganya di sekitar lampu mercusuar Pulau Siburu. Ia pamit hendak memancing.
Petugas BMKG menyebutkan kondisi cuaca di Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir masih perlu diwaspadai karena hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Gelombang tinggi juga menyebabkan nelayan di Desa Meskom dan Prapat Tunggal, Bengkalis, Riau, tidak bisa menangkap ikan selama lima hari terakhir. "Angin sangat kuat. Sekali pun melaut, kami tidak mendapatkan banyak ikan," kata Mardi, nelayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved