Kantong Air Bikin Ruas Jalan Ambles

Nurul Hidayah
18/2/2017 04:21
Kantong Air Bikin Ruas Jalan Ambles
(ANTARA/Dedhez Anggara)

RUAS jalan nasional penghubung Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, terputus total akibat ambles.

"Jangankan sepeda motor, orang saja tidak bisa lewat," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat wilayah kerja Lohbener-Indramayu-Karangampel-Cirebon-Losari dan Cirebon-Kuningan-Ciamis M Nurul di Kuningan, kemarin.

Seluruh ruas jalan di Km 49.200 KM-CN, tepatnya di Desa Kawah Manuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, kemarin subuh, ambles sepanjang 20 meter.

Walhasil, ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka itu saat ini terputus total.

Jalan tersebut merupakan penghubung utama Cirebon dan Kuningan menuju Ciamis, Tasikmalaya, ataupun Majalengka.

Menurut Nurul, amblesnya ruas jalan nasional itu disebabkan kantong air di tebing jalan.

"Ada genangan, kantong air. Gorong-gorong memang ada, tapi diameternya kecil, Saat debit air tinggi, gorong-gorong tidak mampu menampung debit air. Tembok penahan jalan saja lari akibat derasnya air," kata Nurul.

Untuk perbaikan jalan, Nurul mengaku masih menunggu petunjuk dari Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN).

Penggunaan jembatan bailey, menurut Nurul, terkendala titik ambles yang terletak di jalan berkelok. Jembatan bailey harus dipasang di jalan lurus.

Kapolres Kuningan AKB M Syahdudi menjelaskan pengendara bisa mengambil jalur alternatif, yaitu melintasi sejumlah jalan desa.

Dari Karawang, Jawa Barat, sebanyak 3.281 jiwa mengungsi akibat banjir.

"Mereka rata-rata mengungsi di kerabat yang tidak terdampak banjir," terang Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Supriatna.

Supriatna menyebutkan pengungsi itu adalah warga Kecamatan Telukjambe sebanyak 702 jiwa, Kecamatan Rengasdengklok 722 jiwa, Rengasdengklok Selatan 1.653 jiwa, dan Kecamatan Tempuran 204 jiwa.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku berencana menetapkan status siaga bencana di Jawa Barat.

"Status sekarang masih biasa. Sesegera mungkin ingin ada status biar ada kewaspadaan," kata Aher.

Rusak truk

Dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, warga mengamuk dan merusak sebuah truk lantaran hendak menembus banjir.

Kejadian itu berawal dari banjir yang kembali menerjang pada Kamis (16/2) malam.

Setelah ditutup pada pukul 19.00 WIB, ruas jalan di perbatasan kota dan kabupaten hendak dibuka kembali oleh personel kepolisian sekitar pukul 21.30.

Truk yang berada di antrean terdepan perlahan maju menembus banjir. Khawatir gelombang merusak rumah, warga menghentikan laju truk.

Akan tetapi, sopir truk memilih tetap menginjak pedal gas lantaran telah diizinkan petugas kepolisian. Karena itu, warga mengamuk dan memecahkan kaca truk.

"Warga sudah capai dan lelah jadi korban banjir. Jangan ditambah penderitaan lagi dengan merusak rumah," teriak seorang warga.

Luapan Sungai Welang di Pasuruan telah berlangsung 10 kali dalam tempo sebulan.

Empat kali di antaranya hingga memutus jalur di pantai utara (pantura) Jawa Timur.

(JS/BB/OL/CS/LD/AB/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya