Panen,Harga Gabah Merosot

(LD/CS/N-2)
16/2/2017 01:00
Panen,Harga Gabah Merosot
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

PANEN di musim penghujan membuat petani di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah, tidak mendapat keuntungan besar. Pasalnya, harga gabah kering panen hanya mencapai Rp3.500 per kilogram, di bawah harga pembelian pemerintah yang mencapai Rp3.700. "Sebelum panen, harga gabah bisa mencapai Rp3.800-Rp4.000. Harga setelah panen rendah karena kadar air gabah cukup tinggi,setelah hujan terus-menerus masih terjadi," papar Kasan, 47, petani Kesugihan, Cilacap.

Dalam kondisi basah, tengkulak pun berani membeli paling tinggi dengan harga Rp3.500. Apalagi, pada saat ini, gabah di pasaran juga semakin banyak. "Saya menjual dalam kondisi basah karena butuh modal untuk menanam lagi," tambah Kasan.
Slamet, petani di Rawalo, Banyumas, juga mengaku sulit untuk menahan gabah. "Saya ingin menjual setelah kering, tapi saat ini hujan masih terus datang sehingga waktu pengeringan sangat panjang," ujar Slamet.

Di Karawang, Jawa Barat, warga sangat menanti turunnya beras keluarga sejahtera dari pemerintah yang sudah dua bulan tidak mengucur. "Sejumlah kepala desa dan camat terus menanyakan soal pencairan rastra karena mereka juga mendapat keluhan dari warga. Terhambatnya pengucuran rastra ini terjadi karena validasi warga penerima rastra belum tuntas," jawab Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Karawang, Herry Heryadi. Tahun lalu, Karawang mendapat kucuran rastra 242 ton per bulan untuk 161.463 kepala keluarga



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya