Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) merespons usulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terkait penyiapan lahan yang nantinya digunakan untuk penempatan TNI di perbatasan. Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan Menko Polhukam Wiranto akan melakukan penyesuaian usulan tersebut agar persiapannya lebih matang.
Saat pemaparan di hadapan Mendagri, Menko Polhukam, dan Menteri ATR-BPN, Irianto mengatakan Kaltara sudah siap menyediakan lahan. Pihaknya tinggal menunggu verifikasi usulan yang disampaikan kepada pemerintah pusat. Sebab, terdapat beberapa titik lokasi yang telah diusulkan sesuai dengan alasan dan luas lahan yang dibutuhkan. “Tentu akan ada evaluasi dari pemerintah pusat untuk menentukan wilayah mana saja yang menjadi prioritas,” jelas Irianto seusai memberikan paparan di Ruang Nakula, Kantor Kemenko Polhukam, kemarin.
Irianto optimistis usulan Kaltara akan menjadi prioritas. Alasannya letak geografis, sebab, letak geografisnya yang sangat strategis dengan negara tetangga. Di samping itu, pendistribusian TNI ke perbatasan memiliki nilai positif untuk Kaltara. “Bahkan Menko Polhukam berencana membentuk kelompok kerja untuk memantapkan rencana tersebut. Setelah itu akan dilakukan rapim yang dipimpin langsung oleh Kemenko Polhukam sebelum disampaikan kepada presiden,” jelas Irianto.
Selain Kaltara, provinsi lain yang berbatasan langsung dengan negara lain juga diundang dalam pertemuan kemarin. Di antaranya, Riau, Kepulauan Riau (Kepri) serta Maluku. Dari beberapa provinsi yang hadir, hanya Kaltara yang telah lengkap membawa data-data yang mendukung kesiapan rencana penempatan TNI di perbatasan tersebut. Sesuai keinginan Kemenko Polhukam, Pemprov Kaltara akan menyediakan lahan seluas 50 ribu hektare, meliputi 26 ribu ha di sejumlah lokasi di sepanjang perbatasan RI-Malaysia.
Sementara itu, sesuai keinginan pihak Kemenko Polhukam, dikata Irianto, Pemprov akan segera menyiapkan lahan seluas 50.000 hektare. Meliputi 26.000 ha di sejumlah lokasi di sepanjang perbatasan RI-Malaysia. Adapun 24.000 ha lainnya berada di wilayah strategis nasional, serta daerah-daerah yang dianggap objek vital di Kaltara. (VR/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved