Jembatan Musi VI Selesai 2018

Dwi Apriani dwi.apriani@mediaindonesia.com
15/2/2017 02:20
Jembatan Musi VI Selesai 2018
(ANTARA FOTO/Nova Wahyud)

SEJUMLAH pembangunan infrastruktur skala besar terus dikebut, agar bisa selesai pada 2018. Seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan yang berupaya mengebut pembangunan Jembatan Musi VI di Palembang. Jembatan tersebut masuk skala prioritas dan penunjang infrastruktur Asian Games 2018. Meski Pemprov Sumsel melakukan efisiensi anggaran terhadap beberapa proyek, khusus pembangunan Jembatan Musi VI menjadi prioritas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Syamsul Bahri mengatakan saat ini progres pembangunan Jembatan Musi VI sudah mencapai 43%. “Pemasangan tiang pancang sisi hulu dan hilir sudah dilakukan. Tinggal struktur bagian tengah,” ujar Syamsul Bahri,Selasa (14/2) .

Syamsul mengungkapkan, target pembangunan Musi VI akan selesai pada akhir tahun ini atau awal 2018. Apalagi tahun ini merupakan penganggaran tahun terakhir dari total anggaran pembangunan Jembatan Musi VI (multiyears). Total anggaran pembangunan jembatan ini sekitar Rp400 miliar. Diakuinya, anggaran pembangunan Musi VI tahun ini sekitar Rp137 miliar. Rincian dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan Rp89 miliar jalur pendekat. Kemudian Rp48 miliar pembangunan struktur atas.

Di Bangka Belitung, pemprov setempat harus menganggarkan biaya perawatan Jembatan Eko Maulana Ali Suroso (EMAS) sebesar Rp2 miliar per tahun. Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Rustam Effendi mengatakan jembatan EMAS ini selain mempersingkat waktu tempuh, juga menjadi simbol provinsi tersebut. “Biaya pembangunan jembatan ini dengan APBD sebesar Rp420 miliar. Jembatan ini cukup megah dan akan menjadi ikon baru kita,” kata Rustam seusai menyaksikan uji coba buka tutup jembatan bascule yang diadopsi dari teknologi Inggris.

Cuaca buruk
Dari Nusa Tenggara Timur, pembangunan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, Nusa Tenggara Timur sampai Februari ini baru mencapai 32%. Capaian ini jauh di bawah target sebelumnya sebesar 36A% pada bulan ini. Pembangunan terhambat akibat cuaca buruk yang berlangsung sejak Januari hingga sekarang. “Kalau cuaca sudah membaik, kita akan mulai lagi dengan timbunan inti,” kata Kepala Satuan Kerja Bendungan, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Marthen Tela, Selasa (14/2).

Meski cuaca tidak bersahabat, para pekerja tetap bekerja. Mereka kini sedang membuat beton, lubang penampung, dan jalan masuk menuju lokasi bendungan. Menurutnya, cuaca buruk juga menghambat pembangunan Ben-dungan Raknamo di Kabupaten Kupang. Namun, persentase pembangunan Bendungan Raknamo sampai Februari telah mencapai 87%. “Kita kerja lebih cepat sehingga akhir 2017 Bendungan Raknamo sudah mulai menampung air,” ujarnya.
Pada bagian lain, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyurati Balai Pengelola Jalan Nasional agar segera memperbaiki ruas jalan nasional yang kondisinya rusak. Jalan yang rusak di antaranya Jl KH Ahmad Sanusi. (PO/BB/RF/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya