Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai rawit merah di sejumlah daerah semakin mahal. Komoditas tersebut telah menyumbang angka inflasi di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah. Di Cilacap, inflasi pada Januari mencapai 1,6% atau tertinggi di Jawa Tengah. Di Banyumas, angka inflasi mencapai 1,05%. Sementara itu, program pemberian bibit cabai rawit yang telah digulirkan beberapa waktu lalu untuk menekan harga ternyata kurang maksimal. Kepala Kantor Bank Indonesia perwakilan Purwokerto, Ramdan Denny Prakoso mengatakan pemicu inflasi memiliki beberapa faktor. “Namun, untuk komoditas, cabai rawit merah merupakan salah satu pemacunya,” kata Denny, Selasa (7/2).
Bantuan benih untuk masyarakat tidak berhasil karena dari 2.000 benih yang diberikan kepada masyarakat hanya hidup sekitar 50%. “Di Banyumas, benih cabai yang hidup sekitar 50%, sedangkan Cilacap mencapai 60%,” lanjut Denny. Di sejumlah daerah, harga cabai rawit merah belum bisa diturunkan. Rata-rata cabai rawit masih dijual Rp140 ribu kg atau lebih mahal daripada harga daging sapi.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, harga cabai rawit merah yang cukup mahal ada di Pangkal Pinang, Yogyakarta, Bengkulu, Tasikmalaya, Bali, dan Sidoarjo. “Pasokan sedikit karena cuaca,” kata Buyet, pedagang cabai di Bengkulu. Meski harga cabai rawit masih mahal, ada juga cabai yang bisa dijual murah seperti di Yogyakarta. Di sana ada 15 rumah pangan kita (RPK) yang masih aktif menyalurkan cabai rawit merah dari Bulog DIY, dengan permintaan rata-rata 5-10 kg per hari. Sementara itu, cabai rawit merah di RPK dijual dengan harga Rp85 ribu per kg.
Pada bagian lain, untuk memperkuat pertahanan pangan daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan menargetkan paling lambat pada 2019 sudah swasembada pangan. “Terutama untuk pengembangan bawang merah dan cabai. Pada 2017 ini pengembangan bawang merah seluas 600 hektare, dan cabai seluas 300 hektare. Saat ini masih dalam proses calon petani calon lahan dari kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng, Tute Lelo. (LD/DY/MY/RF/AU/AD/RS/HS/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved