Kapal Dilarang Berlayar

Denny Susanto
07/2/2017 00:00
Kapal Dilarang Berlayar
(thinkstock)

GELOMBANG laut cukup tinggi di sejumlah daerah menyebabkan pelayaran terganggu. Seperti di Kalimantan Selatan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin telah menerbitkan maklumat larangan kapal berlayar di perairan Laut Kalimantan dan Jawa menyusul kondisi cuaca di perairan semakin memburuk. Kabid Keselamatan Pelayaran, Penjagaan dan Patroli, KSOP Banjarmasin, Dwiyanto, mengatakan maklumat larangan pelayaran itu sudah diterbitkan sepekan lalu, pada 1 Februari.

"Saat ini kondisi cuaca di perairan sangat buruk. Ketinggian gelombang laut mencapai 4 meter. Sangat berbahaya bagi keselamatan pelayaran," jelas Dwiyanto, Senin (6/2). Sebelumnya, KSOP hanya melarang kapal-kapal kecil berlayar dan masih membolehkan kapal berukuran besar berlayar. Namun, kini seluruh kapal dilarang berlayar. Akibatnya, puluhan truk yang membawa barang hendak dikirim ke Surabaya dan Semarang tertahan di terminal barang Pelabuhan Trisakti karena tidak ada kapal berlayar. Tongkang-tongkang pengangkut batubara tujuan Pulau Jawa dan Tabunio ataupun tujuan ekspor memilih berlabuh menunggu cuaca membaik.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, meminta semua operator pelayaran dapat mematuhi maklumat larangan berlayar itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan di perairan. "Semua daerah harus siap dan waspada terhadap ancaman bencana akibat cuaca buruk," tegas Sahbirin. Dari Bangka Belitung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pangkal Pinang kembali mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang mungkin melanda beberapa perairan di wilayah itu. Kepala BMKG Kelas I Pangkal Pinang, Muhammad Nurhuda, mengatakan saat ini angin kencang memiliki kecepatan 40-44 km per jam.

"Untuk angin paling kencang ada di perairan Selat Karimata dan selatan Belitung yang mencapai 44 km/jam. Ini sangat berbahaya," kata Nurhuda. Angin kencang menyebabkan 17 rumah di Kota Pangkal Pinang rusak. Kepala Dinas Sosial dan PPA Kota Pangkal Pinang, Mikron Antariksa, menyebutkan 17 rumah yang rusak berada di Lontong Pancur, Opas Indah, Pasir Garam, Kerabut, dan Selindung Baru. Demikian juga di Bengkulu, BMKG setempat memprediksi gelombang laut di Samudra Hindia dan Pulau Enggano mencapai 5 meter, dengan kecepatan angin 45-50 knot per jam untuk satu pekan ke depan. Pelayaran dihentikan sementara karena berbahaya.

Banjir meluas
Selain gelombang laut tinggi, ancaman bencana banjir masih terjadi di sejumlah daerah. Banjir luapan Bengawan Solo menyebabkan genangan banjir di Lamongan dan Tuban, Jawa Timur, makin meluas. Hal itu menyebabkan jumlah korban banjir meningkat dari 260 keluarga hanya di Kecamatan Kalitengah, kini menjadi 2.500 keluarga yang tersebar di lima kecamatan. Di Kabupaten Sampang, ribuan santri di enam pondok pesantren (ponpes) kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi dan berwudu setelah ponpes mereka dilanda banjir. Dinas Kesehatan Provinsi Jatim telah menyediakan obat-obatan untuk para korban banjir di sejumlah daerah di wilayah itu. (MY/RF/YK/FL/LD/YH/MR/VR/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya