Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGAPAN penjara jadi sarang narkoba bukan omong kosong. Terbukti, Kamis (2/2), 10 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkotika, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tidak lolos uji pemeriksaan urine. Mereka dipastikan mengonsumsi sabu dan ekstasi. Temuan itu terungkap saat BNN, Polres, dan Kodim Cilacap menggelar razia di LP Narkotika. Pemeriksaan urine yang dilakukan secara mendadak mendapati 10 penghuni blok A positif menggunakan narkoba. “Razia ini kami gelar sebagai pengembangan penangkapan Sutrisno, penghuni LP, yang menjadi otak peredaran sabu di luar penjara. Kami menangkap 3 anak buahnya, dan menyita 1 kg sabu serta 2.300 ekstasi dari tangan sindikat ini,” papar Kepala BNN Cilacap AKB Edy Santosa.
Dalam razia itu, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. “Kami masih mendalami pemeriksaan terhadap 10 narapidana itu,” lanjut Edy. Dalam kasus lain, M Hamzah, 48, seorang kontraktor, ditangkap petugas saat hendak menumpang pesawat Garuda dari Bandara Juanda, Surabaya, dengan tujuan Jakarta. Petugas menemukan lima kantong plastik berisi sabu yang dimasukkan ke tas pelaku.
Tersangka dan barang bukti diserahkan ke Polsek Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Pelaku diketahui datang ke Surabaya untuk kepentingan bisnis. Di Cirebon, Jawa Barat, tim gabungan Polres Cirebon dan Polda Kalimantan Barat menyita 4 paket besar sabu dan 3.000-an pil happy five yang dikirim lewat perusahaan ekspedisi. Tim juga menangkap Susanto, warga Jalan Cipto Ma-ngunkusumo, Cirebon, yang menerima paket itu. Aiptu Car, anggota Polres Cirebon, juga ikut ditangkap. “Terungkapnya kasus berawal dari kewaspadaan petugas JNE yang curiga dengan isi paket,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.
Satuan Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, kemarin, menangkap 24 anggota sindikat peredaran narkoba, empat di antara mereka perempuan. “Mereka diduga sindikat yang beroperasi di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Se-latan, dan Kalimantan Barat,” papar Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Ignatius Agung Prasetyoko. Dari tangan mereka, polisi menyita sabu, ekstasi, dan uang tunai hasil penjualan narkoba. Perang terhadap narkoba di Sumatra Barat juga terus dilakukan. Kemarin, Polresta Padang memusnahkan barang bukti ganja dan sabu hasil sitaan. “Barang bukti berasal dari empat tersangka yang sudah ditangkap. Kami telah menetapkan kasus narkoba menjadi prioritas yang harus ditangani di wilayah ini,” papar Kapolda Sumatra Barat Brigjen Fakhrizal. (LD/HS/UL/SS/YH/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved