Polisi Temukan Tujuh Anak Panti yang Disembunyikan

Rudi Kurniawan
01/2/2017 16:06
Polisi Temukan Tujuh Anak Panti yang Disembunyikan
(ANTARA/Rony Muharrman)

SATUAN Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Pekanbaru sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (1/2) dini hari, berhasil menemukan tujuh anak panti asuhan yang disembunyikan pemilik Yayasan Tunas Bangsa Lily Rahmawati di sebuah rumah Jalan Serasi, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Dari hasil pencarian polisi, total sudah 12 anak yang berhasil ditemukan dan saat ini dikumpulkan di rumah aman Dinas Sosial Riau.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Komisaris Bimo Ariyanto mengatakan operasi pencarian anak panti asuhan yang disembunyikan tersangka pemilik Yayasan Tunas Bangsa merupakan hasil pengembangan dari pengakuan suami tersangka Idang alias Gus Hendra.

Anak-anak panti asuhan yang diduga biasa disuruh untuk pergi mengemis itu disembunyikan tersangka Lily sesaat mulai hebohnya kasus kematian M. Ziqli, bayi berumur 18 bulan pada 15 Januari lalu. "Selain tujuh anak yang berusia 2 hingga 10 tahun, kami juga membawa seorang perempuan yang merupakan pengasuh. Ketujuh anak itu terdiri dari lima perempuan dan dua anak laki-laki," ungkap Bimo di Pekanbaru, kemarin.

Sejauh ini, lanjut Bimo, polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait masih adanya anak-anak yang disembunyikan tersangka. "Kami masih terus lakukan pengembangan penyelidikan. Khususnya keterangan dari para saksi yang mengetahui soal anak-anak tersebut," ujarnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Riau Esther Yuliani Manurung mengatakan selain kematian Ziqli, Yayasan Tunas Bangsa juga menggunakan para penghuni panti untuk menjadi pengemis.

Dari pengakuan warga panti, mereka diminta mengemis dengan bakul di persimpangan jalan. Dari seharian hasil mengemis diperoleh pendapat sebanyak Rp300 ribu per hari yang disetor kepada pemilik Lily dan saudaranya Yusuf. Yusuf yang juga penjaga panti jompo diketahui turut melakoni profesi serupa sebagai pengemis dengan bakul.

Selain itu, ada juga laporan anak balita yang dipinjamkan untuk mengemis. Kemudian pengakuan Andy, penghuni panti mengatakan sering ada penguburan jenazah yang sebagian di lokasi panti.

LPAI Riau hingga kini juga masih mencari keberadaan sisa 12 anak yang masih hilang. Berdasarkan keterangan Idang suami Lily diketahui terdapat 18 anak di panti asuhan. Satu anak M. Ziqli meninggal dunia. Sebanyak lima anak masing-masing dua ada di panti anak dan tiga anak ada di panti jompo telah berhasil dievakuasi.

Ada sisa 12 anak yang dari keterangan Idang sedang dibawa Nurhayati pengurus panti ke acara selamatan. "Kemana 12 anak ini itu yang masih kami perlu telusuri. Dari keterangan warga diperoleh informasi bahwa Panti Tunas Bangsa ini juga sering mengajak anak-anak balita dan orang jompo warga sekitar untuk menyamar berpura-pura menjadi penghuni panti saat ada kunjungan bantuan. Mereka para warga mengaku dibayar Rp50 ribu per orang," jelas Esther.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya