Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah menyediakan lahan seluas 300 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten untuk budi daya cabai. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalteng Tute Lelo mengatakan tingginya harga cabai bisa dikendalikan dengan budi daya cabai. Saat ini komoditas tersebut masih dikuasai broker cabai sehingga harganya tidak masuk akal. “Di kalangan petani harga cabai berkisar antara Rp35 ribu dan Rp40 ribu, tapi saat dilempar ke pasaran harganya menjadi Rp120 ribu per kg,” terangnya.
Dengan adanya budi daya caba itu diharapkan, harga cabai di masa mendatang terkendali. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, pemprov setempat meluncurkan gerakan tanam cabai 10 pohon untuk tiap keluarga di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, Kalsel menargetkan penambahan luasan area untuk ditanami cabai, bawang merah, dan sayuran untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalsel Faturahman menjelaskan gerakan tanam 10 pohon cabai itu akan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Tim Penggerak PKK se Kalsel dan instansi terkait. “Gerakan tanam cabai juga dilakukan keluarga TNI,” ujar Faturahman. Hal sama juga dilakukan Wakil Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Achmad Purnomo yang mengajak warganya untuk menanam cabai di pekarang rumah masing-masing. Ajakan itu disampaikan Achmad Purnomo saat membuka kegiatan pasar murah khusus cabai yang diselenggarakan Tim Pengendali Inflasi Daerah di depan Pasar Jongke, Rabu (18/1).
Di Banyumas, anggota TNI di Koramil 11/Kemranjen mulai menanam cabai di pekarangan rumah, dengan dipimpin Komandan Koramil 11/Kemranjen Kapten Arm Joko Nuvianto. Sementara itu, di sejumlah daerah, harga cabai rawit mulai turun. Di Bengkulu dan Palu, harga cabai rawit rata-rata turun Rp10 ribu per kg. Di Cirebon, Jawa Barat, operasi pasar cabai rawit merah kurang diminati warga. Warga justru membeli komoditas sembako. “Operasi pasar sudah kami gelar sejak Selasa (17/1) dengan menjual beras, gula pasir, minyak goreng, dan cabai rawit merah. Selama dua kali operasi pasar, cabai rawit merah kurang diminati,” kata Kepala Subdivisi Bulog Cirebon Titov Agus S. (SS/DY/FR/LD/TB/MY/UL/RF/BB/PO/BN/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved