Tol Trans-Sumatra Dikebut

Dwi Apriani dwi.apriani@mediaindonesia.com
18/1/2017 04:07
Tol Trans-Sumatra Dikebut
(ANTARA/NOVA WAHYUDI)

SESUAI perintah Presiden Joko Widodo, empat ruas jalan Tol Trans-Sumatra harus dibuka sebelum Lebaran tahun ini untuk memperlancar arus mudik. Keempat ruas tol itu ialah Palembang-Indralaya (Palindra), Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, dan Bakauheni-Terbanggi Besar. Dari keempatnya, kata General Manager Divisi Pengembangan Jalan tol PT Hutama Karya (persero) Moh Rizal Sutjipto, baru tiga ruas yang siap. “Khusus Pekanbaru-Dumai baru dimulai progresnya sehingga untuk ruas tol ini belum bisa dilewati sebelum Lebaran,” terangnya di Palembang, Sumsel, Selasa (17/1).

Namun, pihaknya optimistis tol tersebut dapat selesai dibangun pada 2019. Ada dua seksi dari Tol Pa­lindra sepanjang 22 km yang akan dibuka sebelum Lebaran, yakni seksi I Palembang-Pemulutan dan seksi III KTM Rambutan-Indralaya. Mengenai kondisinya sendiri, saat ini progres kontruksi seksi I sudah mencapai 70,3% dan seksi III mencapai 27,3%. Di ruas tol Medan-Binjai pun akan ada dua seksi jalan yang dibuka, yakni Binjai-Semayang dan Semayang-Helvetia. Untuk seksi I sepanjang 6 km, konstruksinya belum bisa dibangun karena pembebasan lahan milik warga belum selesai.

Untuk tol Bakaheuni-Terbanggi Besar yang memiliki panjang sekitar 140 km, terang Rizal, akan dibuka satu seksi tol, yakni seksi II di Lematang-Kota Baru sepanjang 6,5 km. Saat ini progres kontruksi seksi II baru mencapai 18%. Dari 24 ruas proyek Tol Trans-Sumatra, PT Hutama Karya memegang delapan proyek ditambah dengan tiga ruas tol lainnya. “Hingga 2019, empat ruas tol harus selesai. Namun, sebelum Lebaran nanti, keempat ruas ini sudah harus dibuka dan ada bagian yang bisa dilewati guna memperlancar arus mudik dan arus balik,” lanjutnya. Diakuinya, hampir sebagian besar pembangunan ruas tol itu meleset dari target awal. Kendala yang ditemui ialah cuaca dan pembebasan lahan. Manajer Proyek PT Hutama Karya (HK) Divisi Jalan Tol Palindra, Hasan Turcahyo, menambahkan, secara keseluruhan realisasi proyek sudah mencapai 41,1% dengan pembebasan lahan yang baru tuntas 97,2%.

Seriusi tol laut
Kabar baik lain datang dari Lampung. Rencana pemerintah membangun tol laut trayek pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta-Mesuji dan Bangka Belitung akan di-seriusi. “Tahun ini mulai dioperasikan. Namun kapan pastinya, kita belum tahu. Tunggu pemberitahuan selanjutnya dari pusat,” kata Kadinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Pemkab Mesuji Ismail Tajudin.

Selain mempersingkat waktu tempuh ke Jakarta, tol laut akan berpengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi warga. Melalui tol laut, perjalanan Mesuji-Jakarta yang biasanya 15 jam cukup ditempuh 5 jam saja. Sementara itu, Pemkab Karanganyar, Jateng, menjadikan infrastruktur sebagai prioritas utama tahun ini karena dianggap mampu mengembangkan perekonomian hingga ke perdesaan. Sedikitnya dana sebesar Rp170 miliar akan disiapkan untuk 40 proyek, di antaranya ruas jalan Mojogedang-Karangpandan, Mojogedang-Tompe, dan Jumantono-Sukosari. Senada, Pemkab Banyumas juga telah mengalokasikan anggaran Rp86 miliar dari DAK dan APBD Banyumas untuk infrastruktur 2017. (NV/WJ/LD/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya