Perburuan Gajah di Aceh Makin Marak

Amiruddin Abdullah Reubee
17/1/2017 08:56
Perburuan Gajah di Aceh Makin Marak
(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

PEMBUNUHAN dan perburuan Gajah sumatra semakin marak terjadi di kawasan hutan Provinsi Aceh. Sebagian motif pembunuhan binatang yang dilindungi undang-undang itu karena alasan menggasak kebun sawit milik perusahaan tertentu. Hal itu semakin diyakini karena banyak bangkai hewan ditemukan mati di kawasan perkebunan sawit.

Tidak itu saja, adapun perburuan oleh sekelompok orang motifnya adalah mengambil dan menjual bagian postur gajah seperti gading serta lainnya. Mereka biasanya memiliki jaringan dan jalur bawah tanah untuk mengkomersialkan di pasar ilegal nusantara atau internasional.

Di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur misalnya, seekor bangkai gajah liar ditemukan terbujur kaku di kawasan kebun sawit. Temuan hewan yang akrab disebut Po Meurah oleh masyarakat Aceh, ketika itu tim BKSDA (Balai Kunservasi Sumber Daya Alam) pergi mencari se-ekor anak gajah berusia sekitar 2 tahun yang luka-luka terkena tembakan senapan angin.

Saat itulah ditemukan jasad gajah jantan dewasa terbaring dan tidak ada lagi gadingmya. Di mulutnya ada bekas gading yang sudah terpotong. "Kami akan melakukan aotopsi terhadap jasad gajah untuk memastikan kematiannya" kata Sapto Aji Prabowo, kepala BKSDA Aceh.

Adapun se ekor anak gajah berusia dua tahun, saat ditemukan kondisinya sangat lemas. Ada beberapa belas luka mirip terkena tembakan senapan angin. Bayi gajah liar itu sudah ditinggal pergi oleh induknya karena duduga tidak sanggup berjalan lagi.

Di kawasan hutan pedalaman Aceh Timur sejak empat tahun terakhir sering ditemukan bangkai gajah liar dalam kondisi gadingnya hilang. (MR/



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya