Pemuda Ansor Papua Tolak Intoleransi

Antara
17/1/2017 08:06
Pemuda Ansor Papua Tolak Intoleransi
(Grafis/MI)

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor wilayah Papua dan Papua Barat menyatakan menolak radikalisme dan intoleransi di wilayah itu dan mengimbau masyarakat agar tidak terbawa arus kepentingan.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Papua dan Papua Barat Amir Mahmud Madubun di Jayapura, Selasa (17/1), mengatakan situasi kehidupan berbangsa terkini perlu disikapi, GP Ansor Papua dan Papua Barat dengan tegas menolak radikalisme dan intoleransi masuk dan berkembang di Papua.

Situasi terkini di Nusantara dan di Papua pada umumnya, kata Amir, perlu disikapi dengan bijak dan seksama, jeli mengambil sikap dan jernih dalam bertindak, sehingga tidak terprovokasi oleh kepentingan kelompok atau organisasi tertentu dengan tujuan memecah belah persatuan bangsa.

"Kami meminta dan mengimbau kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser yang ada di Papua dan Papua Barat, untuk tidak mengikuti gerakan-gerakan radikalisme, intoleransi dan kelompok-kelompok yang dengan jelas tidak berpedoman pada Pancasila dan NKRI," ujarnya.

Lalu, mengenai adanya wacana Habib Rizieq yang akan diangkat menjadi imam besar yang ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan dan media massa, mwnueut Amir, hal itu sah-sah saja asalkan dalam kelompok tertentu, jangan mengatasnamakan agama.

"Kami, GP Ansor Papua dan Papua Barat tidak sepakat jika pengangkatan jadi imam besar mengatasnamakan Islam, tapi atas nama kelompok, silakan. Kami juga menolak jika ada kelompok seperti Front Pembela Islam masuk ke Papua dan Papua Barat," pungkasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya