Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN ketahanan pangan di Indonesia, selain masalah kelangkaan benih atau bibit pangan, ialah lahan hingga pupuk. Soal pupuk, belakangan ini bermunculan pupuk impor asal Tiongkok yang memenuhi pasar lokal. Pupuk impor tidak memengaruhi pendistribusian pupuk urea bersubsidi. Harga pupuk dari ‘Negeri Tirai Bambu’ masih mahal bila dibandingkan dengan pupuk bersubsidi.
Manajer Humas PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) Ade Cahya menjelaskan saat ini harga pupuk asal Tiongkok yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp2.600 per kg. Sementara itu, harga pupuk bersubsidi di tingkat petani masih Rp1.800 per kg. “Tentu jauh lebih murah pupuk bersubsidi jika dibandingkan dengan pupuk dari Tiongkok dan distribusi kita tidak terganggu,” kata Ade kepada wartawan, Rabu (11/1). Namun, kehadiran pupuk Tiongkok itu justru mengganggu pupuk nonsubsidi. Hal itu disebabkan harga pupuk nonsubsidi produksi PKC masih dijual Rp4.000 per kg.
“Produksi kami 90% digunakan untuk membantu para petani melalui pupuk subsidi. Sisanya baru kita gunakan untuk kepentingan komersial industri,” lanjut Iwan. Tingginya harga pupuk nonsubsidi produksi PKC itu disebabkan masih mahalnya harga gas alam di Indonesia. Saat ini harga gas alam di Indonesia US$6/mmbtu, sedangkan di Tiongkok hanya US$3/mmbtu. Masih terkait dengan ketahanan pangan, ribuan petani dari berbagai desa di tiga kecamatan, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami gagal panen yang diakibatkan kekeringan.
Tiga kecamatan itu ialah Kecamatan Lewa, Nggaha Oriangu, dan Katala Hamulingu. Sementara itu, Kecamatan Pinupahar, Tabungdung, dan Kananggar mulai diguyur hujan meski intensitas sangat rendah. “Hampir seluruh petani belum menanam karena hujan belum turun. Saat ini kami menunggu hujan turun sehingga bisa mengolah sawah,” kata Umbu Ndata, petani di Kecamatan Lewa. Umbu mengaku telah menerima benih yang dibagikan pemerintah daerah setempat seperti jagung dan padi untuk ditanam di sawah dan ladang. Benih tersebut masih disimpan di rumah karena hujan belum turun.
Dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyerahkan 1.200 sapi untuk masyarakat Desa Ranounuwa, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, kemarin. Selain menyerahkan sapi, Amran melakukan panen pedet (anak sapi) yang merupakan program khusus pengembangbiakan sapi di wilayah tersebut. Untuk mendukung ketahanan pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian akan mengembangkan seribu toko tani Indonesia, di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Masih mahal
Pada bagian lain, harga cabai di daerah masih belum stabil. Pantauan Media Indonesia di Bali, Karawang, Sukabumi, Surabaya, Sidoarjo, Klaten, Makassar, Purwokerto, dan Jambi, operasi pasar untuk mengendalikan harga cabai terus dilakukan. Meski demikian, harga cabai masih berkisar Rp80 ribu per kg hingga Rp120 ribu per kg. Di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, sejumlah pedagang makanan menyiasati mahalnya harga cabai rawit dengan mencampurkan lada untuk menambah rasa pedas. (AD/BB/FL/HS/RS/RF/JS/LD/HM/LN/SL/PO/AU/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved