Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN antarumat beragama di Kota Jambi hampir pecah, tepatnya 23 Desember 2016 atau dua hari menjelang Natal. Umat beragama di Kota Jambi nyaris berhadap-hadapan karena ada ketegangan menyangkut persoalan agama. Kejadian itu membuat cemas semua pihak, termasuk Wali Kota Jambi, Syarif Fasha. Untuk mendamaikan dan meredam ketegangan, wali kota pun berinisiatif menggelar upacara adat ritual pelepasan galau dan kecemasan.
Syarif Fasha perlu turun tangan karena peristiwa yang terjadi pada 23 Desember itu membuat ribuan orang turun ke jalan dan mendatangi sebuah hotel yang menjadi sumber masalah.
Bertempat di Balairung Lembaga Adat, Kotabaru, Kota Jambi, Senin (9/1) malam, Wali Kota Syarif Fasha menggelar sebuah kenduri adat yang difasilitasi dan dibiayai dari kantong pribadinya. Ritual adat dihadiri seluruh elemen umat lintas agama, tokoh agama, masyarakat adat, anak negeri, dan pasak negeri. Ritual adat ini merupakan ketujuh kalinya dalam 10 tahun terakhir. “Ritual ini bertajuk doa tola bala dan doa lepas cemas, atas cobaan 23 Desember yang nyaris memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa di ‘Negeri Tanah Pilih Pusako Bertuah’, Kota Jambi,” ujar Syarif Fasha.
Acara dibuka dengan penjelasan Ketua Lembaga Adat Kota Jambi, Azrai Al Basyari. Dengan menggunakan bahasa seloko adat, Azrai menjelaskan kejadian menjelang Natal yang menyebabkan ketegangan umat beragama. “Kasusnya sangat merisaukan. Alhamdulillah berkat kerja sama antara pemangku adat, tokoh agama, tokoh muda, wali kota, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kekacauan ini bisa dihindari,” kata Azrai. Dalam pertemuan itu tidak ada upacara aneh-aneh seperti ritual pada umumnya. Lembaga adat hanya ingin memberikan contoh kepada masyarakat Jambi tentang nilai dan adat yang santun, beradab, dan tidak mudah dipecah belah.
Kemudian, para hadirin diajak untuk berdoa bersama sebagai bentuk syukur karena warga Jambi tetap menjaga kerukunan antarumat beragama. “Doa Lepas Cemas ini diartikan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Kota Jambi karena terhindar dari sebuah persoalan besar. Apalagi pelakunya sudah minta maaf, kita pun wajib memberikan maaf. Kita ini semua bersaudara,” sebut Fasha. Kasusnya sudah ditangani aparat kepolisian. “Proses hukum tetap berjalan. Itu urusan penegak hukum,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Fasha berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Jambi yang menjunjung tinggi sikap toleransi beragama dan mengedepankan nilai kesatuan dan persatuan. Di penghujung acara, wali kota menyantuni ratusan anak yatim dari pelosok Jambi yang ikut hadir di acara itu. (Solmi/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved