Gajian Terlambat, Guru Resah

Dwi Apriani. dwi.apriani@mediaindonesia.com
11/1/2017 02:40
Gajian Terlambat, Guru Resah
(MI/Galih Pradipta)

RIBUAN tenaga pengajar berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Sumatra Selatan belum menerima gaji untuk Januari ini. Penyebabnya adanya masa peralihan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang semula dikelola kota/kabupaten, kini menjadi wewenang provinsi. Para guru mengeluh karena keterlambatan gaji menyebabkan masalah baru bagi guru dengan kondisi keuangan pas-pasan. Ernawati, guru di sebuah SMA di Kota Palembang mengaku selama ini gaji bulanan diterima setiap tanggal 1. “Tapi sampai sekarang belum gajian. Semua kredit biasanya langsung didebit lewat rekening. Karena belum gajian, akhirnya tunggakan menumpuk,” ungkap Ernawati, Selasa (10/1).

Tunggakan utamanya ialah kredit rumah yang belum lunas. “Saya sudah ditelepon berulang kali oleh pihak bank. Akibatnya kami harus terkena denda,” ujar Erna ibu tunggal untuk kedua anaknya. Keluhan sama juga diungkapkan Hendri Marlin, guru olahraga di sebuah SMA di Palembang. Ia sudah menghemat sejak awal bulan, tetapi sudah seminggu lebih belum ada tanda-tanda gajian. “Bagaimana kami bisa mencerdaskan bangsa kalau kami sendiri tidak bisa mengisi perut dan membeli bensin untuk motor kami,” keluh Hendri.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumatra Selatan Agus Sutikno menanggapi, hal itu disebabkan peralihan kewenangan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi masih dalam masa transisi. “Anggaran yang disiapkan Rp1,6 triliun melalui dana alokasi umum 2017, untuk mengakomodasi kepindahan PNS dari SMA/SMK kabupaten/kota ke provinsi,” terang Agus. Keterlambatan gaji juga dialami 5.954 tenaga pendidik di Sulawesi Utara. Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, Gemmy Kawatu, mengimbau para guru tidak khawatir dengan telatnya pembayaran gaji.

“Tidak ada masalah dengan pembayaran gaji guru SMA, SMK , dan tenaga pendidik karena masih transisi. Dananya sudah ada dan tertata pada APBD 2017. Pekan ini akan dicairkan untuk gaji guru,” janji Gemmy. Kasus serupa juga dialami para guru di Karawang, Jawa Barat. Yanti Mulyanti, 36, guru SMKN 1 Rengasdengklok, Karawang, hingga kini belum menerima gaji. Warga Bogor yang indekos di Karawang ini kini mengandalkan gaji suaminya untuk membayar uang sewa kos dan kebutuhan sehari-hari.

Di Cirebon, para guru sudah menerima gaji tetapi tunjangannya tertunda. “Sampai sekarang tunjangan profesi pendidik belum cair. Gaji pokok Rp3 juta sudah diterima, sedangkan TPP sebesar Rp1 juta belum cair, entah kapan,” kata seorang guru yang enggan disebut namanya. Lega Pada bagian lain, setelah me­nunggu hingga beberapa hari ak­hirnya gaji guru SMA dan SMK di Banyumas, Jawa Tengah, cair pada Senin (9/1). Trijoko Herjanto, guru SMAN 1 Purwokerto mengaku lega setelah gaji cair.

“Saya lega akhirnya cair juga. Biasanya gajian tanggal 1. Kami baru terima gaji tanggal 9. Jelas kami lega,” ujarnya sambil tersenyum puas. Di Bangka Belitung (Babel), gaji guru sudah dicairkan kemarin. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Muhammad Saleh, mengatakan keterlambat­an pembayaran gaji guru merata di semua daerah. “Karena masa transisi,” ujarnya. (LD/RF/UL/VL/CS/BY/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya