Ribuan Warga Serbu Kantor Samsat

Agus Utantoro. agus_utantoro@mediaindonesia.com
06/1/2017 04:10
Ribuan Warga Serbu Kantor Samsat
(MI/Kristiadi)

TIDAK seperti biasa­nya, ribuan orang memadati Kantor Samsat Kota Yogyakarta yang berada di Jl Badran Kota Yog­yakarta, Kamis (5/1). Mereka meng­antre untuk pengurusan pajak kendaraan bermotor. Hartanto Widodo, warga Gedongtengen, Yogyakarta, mengaku sengaja mendatangi Samsat sebelum 6 Januari 2017 untuk memperpanjang pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) miliknya meski baru akan habis terhitung Februari 2017 mendatang.

“Buru-buru dipajaki sekarang saja karena kan mau naik besok (hari ini), selisih Rp200 ribu ya lumayan sekali. Kebe­ratan sebenarnya kalau harus naik karena sekarang bahan pokok dan listrik juga naik,” ungkapnya. Komisaris Lutfi, Kasi STNK Ditlantas Polda DIY, mengatakan warga memadati Kantor Samsat kemarin untuk menghindari tarif baru yang mulai diberlakukan hari ini. “Ada kenaikan (jumlah) orang yang mengurus hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Sejak pagi tadi sangat ramai. Kita tetap akan layani kalau memang waktunya masih memungkinkan, bisa seribu lebih,” terangnya.

Kantor Ditlantas Polda Sumatra Utara di Jalan Putri Hijau Medan kemarin juga dipadati warga yang hendak mengurus panjak kendaraan bermotor. Membeludaknya warga sejak pagi tadi, membuat petugas Samsat menjadi kewalahan. Warga yang sudah mengantre sejak pagi tadi, berharap agar pajak kendaraan roda dua dan roda empat tidak dinaikkan, mengingat ekonomi masyarakat yang belum stabil.

Hal tersebut di ungkapkan seorang warga bernama Tenerman, yang sengaja antre untuk mengurus pajak kendaraan bermotornya. “Seharusnya di saat ekonomi seperti ini, pajak kendaraan tidak dinaikkan. Kasihan masyarakat yang ekonominya hanya pas-pasan,” ucapnya. Di tempatnya yang sama, petugas Bagian Regident di kantor Samsat itu mencoba menjelaskan kepada masyarakat yang hadir di Kantor Samsat tersebut. “Kami harap warga tidak panik, ini bukan kenaikan pajak. Tapi kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang akan diberlakukan mulai besok (hari ini),” ujarnya.

Di Palembang, sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi Kantor Samsat Bersama Palembang I, kemarin, hingga antrean mengular hingga keluar gedung. Mansuri, warga Jalan Srijaya Palembang, mengatakan ia datang sejak pukul 11.00 WIB namun memang antrean tak kunjung berkurang. Hingga pukul 15.00 WIB, Mansuri tetap antre. “Saya antre karena tadi pagi lihat televisi yang menyiarkan besok ada kenaikan tarif. Daripada bayar lebih mahal, saya memilih antri saja hari ini,” jelasnya.

Tidak tertampung
Kepala UPTD Samsat Bersama Palembang I, Alkala Zamora, mengatakan akibat adanya rencana ke­naikan tarif itu cukup banyak warga yang datang ke Kantor Samsat Bersama Palembang I itu. Bahkan, gedung pun tak mampu menampung ratusan warga yang hendak mengurus pajaknya. “Sejak pagi tadi hingga kantor tutup, antrean bisa mencapai 1.000-an orang,” ucapnya. Kondisi serupa juga terjadi di Kantor Samsat Keliling Taman Bungkul Surabaya. Antrean warga sudah terlihat mengular sejak pagi. Menurut Kepala Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Direktorat Lalu-Lintas, Polda Jatim, AKB Sumarji, untuk mempermudah layanan tersebut, pihaknya sudah menjelaskan detail rincian biaya jenis dan tarif. Antrean di Kantor Samsat ini juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. (Tim/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya