Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai terus me-roket. Kemarin, harga tertinggi dilaporkan terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Para pedagang di pasar tradisional menjual cabai rawit merah dengan harga Rp200 ribu per kilogram. “Tidak ada pasokan cabai dari Surabaya dan Sulawesi. Kami sudah meminta dari distributor, tapi mereka mengaku tidak memiliki persediaan lagi,” papar Unding, pedagang di Pasar Segiri, Samarinda, Selasa (3/1).
Meski keberatan, konsumen tetap membeli. “Saya hanya bisa beli Rp25 ribu. Terpaksa, karena orang serumah sulit untuk makan jika tidak ada sambal,” kata Husni, warga. Dalam kondisi normal, warga Samarinda biasanya cukup merogoh kocek Rp70 ribu-Rp80 ribu untuk mendapat 1 kg cabai rawit merah. Kenaikan harga lebih dari dua kali lipat itu membuat warga kelabakan.
Meski tidak sebesar di Samarinda, di Balikpapan harga cabai rawit merah juga mencapai Rp130 ribu per kilogram. Tidak hanya di luar Jawa, di Banyumas, Jawa Tengah, pun harga cabai rawit sudah mencapai Rp110 ribu per kilogram. Seperti di daerah lain kondisi itu terjadi karena, “Pasokan dari petani terus berkurang,” ungkap Karsinah, 52, pedagang di Pasar Wage, Purwokerto.
Di Padang, Sumatra Barat, meski harga cabai naik, pedagang masih menjual dengan harga Rp60 ribu. “Begini kalau semuanya diserahkan ke mekanisme pasar. Pemerintah cenderung membiarkannya,” keluh Rosmaini, warga. Kenaikan harga juga terjadi di daerah penghasil cabai. Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harga komoditas pedas itu juga dibanderol Rp120 ribu per kilogram. Ketua Gabungan Kelompok Tani Cabai Tasikmalaya Ahmad Yani menyatakan curah hujan yang masih tinggi membuat tanaman cabai diserang hama.
“Areal tanaman cabai di Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut mencapai 700 hektare. Saat ini, setiap hari rata-rata hanya bisa mengirim 100 kilogram ke pasar dari biasanya mencapai 5 ton,” tuturnya. Hama yang saat ini menyerbu tanaman cabai ialah patek. Hama itu mewabah saat lahan diguyur hujan te-rus-menerus sehingga tanah dan tanaman dalam kondisi lembap.
Di daerah penghasil cabai di Jawa Timur, yakni Kabupaten Malang, pasokan cabai dari petani terus merosot sebulan terakhir. “Akibatnya harga cabai naik tajam,” kata Masrifah, pedagang di Pasar Pusat Sayur Karangploso. Panen raya cabai sudah usai. Saat ini, seorang petani hanya bisa menjual sisa panen, rata-rata per hari 3 kilogram ke pedagang. Harga pun terkatrol menjadi Rp75 ribu dari semula Rp50 ribu.“Saya memperkirakan, dalam waktu dekat ini harganya bisa menyentuh Rp100 ribu per kilogram,” tambah Masrifah. (SY/LD/YH/AD/BN/MY/N-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved