Kapal Shin 03 Tenggelam, Seluruh ABK Selamat

(PO/MY/AB/RS/LD/YK/YH/MR/N-3)
04/1/2017 04:50
Kapal Shin 03 Tenggelam, Seluruh ABK Selamat
(DOK SAR MAUMERE)

POS SAR Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berhasil menyelamatkan delapan nelayan termasuk nakhoda Kapal Motor (KM) Shin 03 yang tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Flores, Selasa (3/1). Koordinator Pos SAR Maumere, Yohanis Lake Watun mengatakan gelombang tinggi mengakibatkan kemudi kapal patah pada Senin (2/1) malam. Namun, kapal baru ditemukan tim SAR gabungan saat patroli, Selasa (3/1) pagi.

“Kapal ditemukan saat operasi di perairan Flores, persisnya bagian utara Pulau Babi. Saat ditemukan kapal sudah tenggelam sebagian. Tim SAR dibantu anggota Lanal Maumere langsung mengevakuasi anak buah kapal (ABK) bersama bangkai kapal,” kata Yohanis, Selasa (3/1). Adapun nama nakhoda kapal bernama Jamal, beserta tujuh ABK yakni Idin, 22, Nako, 26, Rahman, 23, Andy, 26, Herman, 31, Yuda, 19, dan Armin, 26. Kapal itu mengangkut es batangan dari Maumere menuju Larantuka.

Cuaca buruk juga menyebabkan KM Semua Suka yang membawa 30 penumpang dan ABK terseret gelombang tinggi, hingga terdampar di Pantai Longot, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Flores Timur,Selasa (3/1) . Dari Bengkulu, sedikitnya 250 nelayan di Bengkulu berhenti melaut karena gelombang laut cukup tinggi, terutama di Samudra Hindia. Dalam tiga hari terakhir, gelombang laut mencapai 5 meter.

Masih terkait dengan bencana, hujan deras yang mengguyur lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur menyebabkan banjir. Remaja bernama Fuadi, 18 warga Desa Seuneubok Madu, Kecamatan Idi Tunong, hilang terseret arus sungai yang sedang meluap. Banjir juga mengganggu arus lalu lintas jalan nasional Banda Aceh-Medan, di Kecamatan Peudawa. Selain banjir, ancaman bencana longsor juga terjadi di Tuban, Bang­li, Kebumen, dan Malalak. Longsor di Tuban menyebabkan dua rumah rusak tertimpa tiang listrik yang tergerus longsor. Hal sama juga terjadi di Malalak, Sumatra Barat, menyebabkan jalur Padang-Bukittinggi via Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka) putus.

Dari Pasuruan, Jawa Timur, a­ngin kencang yang melanda wilayah itu menyebabkan listrik padam. Angin kencang menyebabkan pohon-pohon tumbang dan menimpa tiang listrik. “Banyak kabel yang terputus. Kami minta PLN untuk mematikan listrik agar pohon yang bertumbangan bisa segera dibersihkan,” kata Garis Wahyudi, petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan. (PO/MY/AB/RS/LD/YK/YH/MR/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya