Pelayaran Lumpuh karena Cuaca Buruk

(PO/AD/N-4)
02/1/2017 02:10
Pelayaran Lumpuh karena Cuaca Buruk
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

HINGGA Minggu (1/1), aktivitas pelayaran feri di Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum normal. Puluhan rute pelayaran menuju lima pulau masih ditutup lantaran tinggi gelombang di perairan masih 2,5 meter dan kecepatan angin berkisar 15-25 knot per jam. Lima pulau itu ialah Alor, Sabu, Lembata, Adonara, dan Sumba. Rute pelayaran menuju Pulau Flores yang baru beroperasi ialah rute Kupang-Larantuka, pulang-pergi, sedangkan rute Kupang-Nagekeo masih lumpuh.

"ASDP baru mengoperasikan rute tujuan Pulau Rote, Semau, dan Kabupaten Flores Timur," kata Kepala PT ASDP Indonesia Feri Cabang Kupang, Arnoldus Yansen. ASDP menutup pelayaran feri sejak 22 Desember 2016 akibat badai Yvette yang menyebabkan tinggi gelombang di perairan naik hingga 6 meter. Operasional kapal kemudian dibuka secara terbatas pada 25 Desember.

Rute pelayaran armada ASDP di NTT yang melintasi lautan selama 20 jam dinilai berisiko. Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terendam oleh banjir luapan Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy, Sabtu (31/12) malam. Warga berupaya menyelamatkan barang karena kedalaman air mencapai 1 meter. "Sekarang ini mereka kembali beraktivitas dengan menjemur barang yang terendam air," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian, Minggu (1/1).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya