Kapal Listrik Apung Penuhi Kelistrikan NTT

(PO/N-3)
29/12/2016 04:40
Kapal Listrik Apung Penuhi Kelistrikan NTT
(MI/PALCE AMALO)

PRESIDEN Joko Widodo meresmikan pengoperasian Kapal Listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) asal Turki yang berlabuh di dekat pelabuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/120 petang. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dari dalam kapal. Turut hadir dalam peresmian kapal tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dubes Turki Mehmet Kadri Sander Gurbuz, dan sejumlah pemimpin PT Kar Powership Indonesia yang mengoperasikan kapal tersebut.

Kapal listrik apung tersebut beroperasi di Kupang selama lima tahun. “Kapal listrik sesuai yang saya sampaikan waktu saya datang (ke Kupang) pada 2015. Sudah datang dan sudah tersambung,” kata Presiden kepada wartawan seusai peresmian kapal tersebut. Kapal listrik itu berkapasitas 120 megawatt (Mw), tapi hanya dimanfaatkan 60 Mw sesuai kontrak antara pemerintah Indonesia dan Turki.

Kontrak kapal listrik selama lima tahun. Dengan adanya kapal tersebut, menurut Jokowi, masalah krisis listrik di Kupang dan kabupaten lainnya di Pulau Timor tidak ada kendala lagi. “Kapal ini menyiapkan 60 Mw dan dengan daya tersebut bisa melayani 230 ribu pelanggan di pulau ini mulai Kupang hingga Kabupaten Belu,” kata Jokowi.
Kontrak pembelian listrik dari lima kapal pembangkit antara Turki dan Indonesia memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Duta Besar Turki untuk Indonesia Mehmet Kadri Sander Gurbuz mengatakan saat ini yang perlu dilakukan dalam hubungan kerja sama Indonesia dengan Turki ialah menaikkan hubungan ekonomi ke level yang lebih tinggi. “Seperti proyek pembelian listrik ini sangat baik bagi hubungan ekonomi Indonesia-Turki,” kata Gurbuz Kapal berkapasitas 2x60 megawatt tersebut merupakan satu dari lima kapal yang didatangkan dari Turki. Satu kapal lagi sudah beroperasi di Amurang, Sulawesi Utara.

Tiga kapal lagi segera menyusul, masing-masing akan ditempatkan di Mataram, Belawan, dan Ambon. Kapal pembangkit itu sudah beroperasi sejak 26 Desember dengan memasok listrik sebesar 60 Mw ke sistem PLN Kupang sesuai kontrak. Dengan adanya tambahan daya sebesar itu, Kupang malah kelebihan daya sebesar 6%, dan kebutuhan listrik di daratan Pulau Timor sudah terpenuhi. (PO/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya