Wapres Minta Kota Bima Segera Dipulihkan

(YR/N-3)
29/12/2016 04:30
Wapres Minta Kota Bima Segera Dipulihkan
(MI/YUSUF RIAMAN)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla meminta pemulihan infrastruktur ataupun masyarakat akibat banjir bandang di Kota Bima dipercepat. “Lebih cepat penanganannya lebih baik. Kalau lambat maka semakin banyak korban, termasuk infrastruktur. Harus ada percepat-an. Kalau lama maka lumpur itu semakin keras dan susah dibersihkan,” kata Wapres Jusuf Kalla saat memberikan arahan pada rapat koordinasi terbatas saat berkunjung ke Kota Bima, Rabu (28/12).

Persoalan air bersih juga menjadi salah satu atensi Wapres. Menurutnya, banjir selalu melumpuhkan ketersediaan air bersih, “Kita bisa kasih makan orang, tapi kalau tidak ada air minum, bagaimana,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Wapres meminta segera disediakan fasilitas pembersih lumpur dan sampah seperti pompa air, ekskavator, dan truk pengangkut sampah.

Wapres juga memberikan arah-an agar sumur-sumur warga yang kotor segera dikuras dengan pompa air. “Keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat sangat penting,” tegasnya. Jusuf Kalla menambahkan Pemprov Nusa Tenggara Barat perlu menyiapkan perda yang isinya menyebutkan bahwa selokan di depan rumah adalah tanggung jawab pemilik rumah dan harus dibersih-kan. Pembangunan selokan yang terbuat dari beton perlu dilengkapi tutup yang mudah dibuka untuk pembersihan.
Wapres juga meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat peraturan mengenai pembukaan lahan hutan di Kota Bima.

“Apa pun yang dilakukan dalam penanganan bencana, bila di hulunya tidak diperbaiki, setiap tahun akan terjadi banjir. Langkah-langkah tersebut segera dilaksanakan agar banjir seperti ini tidak terulang lagi.” Adapun daerah yang rawan tanah longsor segera ditanami pohon bambu karena lebih efisien menahan longsor. Dalam kunjungan ke Kota Bima, Jusuf Kalla didam-pingi Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi juga mengunjungi rumah sakit lapangan Mabes TNI di Convention Hall, pos pengungsi di Masjid Sultan Salahudin, dan daerah yang terdampak banjir.

Pelayanan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima yang tadi-nya mengalami banyak kerusakan kini telah dibuka kembali setelah dibersihkan. Direktur RS PKU Muhamadiyah Bima, Muhammad Ali, mengatakan kerusakan rumah sakit mencapai 95%. “Semua obat rusak. Alat kesehatan rusak. Tiga ambulans tidak berfungsi. Lumpur di mana-mana dan tebalnya sampai 50 cm. Kerugian sekitar Rp7 miliar,” ujar Muhammad Ali. Pada bagian lain, para pengungsi mulai mengeluh sakit kulit, diare, ISPA, gatal-gatal, dan hipertensi. (YR/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya