Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Empati Presiden atas penderitaan rakyat yang terdampak asap harus ditunjukkan agar rakyat tetap menghargai Jokowi sebagai presiden.
SINYAL alam yang menguatkan harapan akan berakhirnya bencana kabut asap mulai muncul. Hujan dengan intensitas rendah hingga sedang, kemarin, turun di sejumlah wilayah Tanah Air.
Selain mengguyur Kota Jambi sekitar 10 menit, hujan berintesitas sedang dilaporkan juga turun di wilayah Provinsi Jambi lainnya, terutama di Kabupaten Batanghari, Muarojambi, dan Kabupaten Tanjungjabung Barat. Hujan deras juga dilaporkan mengguyur Pekanbaru, Riau.
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan yang mengunjungi Jambi, kemarin, menyambut gembira datangnya hujan.
"Selain merupakan berkah, turunnya hujan ini diharapkan menjadi pertanda baik untuk menyirnakan bencana asap," kata Luhut seusai rapat penanggulangan bencana kabut asap bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pejabat Pemprov Jambi di Bandara Sultan Thaha Jambi, kemarin.
Curah hujan dilaporkan juga mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Kalteng termasuk Palangkaraya, Sampit, dan ibu kota Kabupaten Barito Utara Muara Teweh dalam kategori ringan hingga sedang.
Hujan dilaporkan bahkan telah turun sejak dua hari terakhir di sebagian wilayah Kalimantan Selatan, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjar Baru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar.
Harapan masyarakat akan menipisnya kabut asap yang menyelimuti udara Kalsel lebih dari dua bulan terakhir pun semakin membesar bersama datangnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho membenarkan adanya penurunan jumlah titik api hingga lebih dari 100 titik pascahujan yang melanda Kalimantan dan Sumatra.
"Sebenarnya penurunan itu bisa karena banyak faktor. Namun, kalau hujan terjadi lima hari berturut-turut, api diharapkan akan benar-benar padam," ucap Sutopo saat dihubungi, kemarin.
Blusukan asap
Presiden Joko Widodo yang mempersingkat kunjungan di Amerika Serikat, setelah tiba di Tanah Air, besok pagi, dijadwalkan akan langsung ke Palangkaraya, Palembang, atau Jambi, daerah yang terdampak asap. Presiden dan rombongan berangkat dari Pangkalan Udara Joint Base Andrews di Washington DC pada 18.00 waktu setempat.
"Beliau akan beberapa hari tinggal di sana untuk memantau langsung dari daerah itu," kata Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di Jakarta, kemarin. Menurut Luhut, keinginan Presiden tinggal di daerah terdampak asap merupakan bentuk komitmen untuk menyelesaikan persoalan itu.
Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro menilai Presiden Jokowi sebaiknya memang lebih fokus menyelesaikan persoalan bencana kabut asap di Kalimantan dan Sumatra ketimbang melakukan kunjungan ke AS.
Sebagai pemerintahan baru yang menghadapi sejumlah masalah, tambah Siti, fokus membenahi masalah dalam negeri jauh lebih penting ketimbang lawatan ke luar negeri.
"Jokowi harus hadir saat negara genting. Empati Presiden atas penderitaan rakyat yang terdampak asap harus nyata agar rakyat tetap menghargai Jokowi sebagai presiden," tandas Siti, kemarin.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi NasDem Sulaeman L Hamzah menyatakan salut atas keputusan Presiden mempercepat lawatan kerja di AS.
"Kita perlu memberikan apresiasi tinggi atas keputusan Presiden tersebut. Berani mengubah jadwal untuk kembali ke Tanah Air dan tinggal serta memimpin langsung penyelesaian di daerah terdampak asap jelas merupakan keputusan besar," ungkap Sulaeman, kemarin. (Tim/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved