Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
“OM telolet om,” teriak anak-anak meminta bus yang melintas di jalan raya untuk membunyikan klakson. Fenomena itu marak terjadi di mana-mana. Anak-anak gembira dan bertepuk tangan apabila sopir bus membunyikan klaksonnya. ‘Om telolet om’ yang menjadi viral dunia maya telah menginspirasi Sugito, perajin klakson di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Saat ditemui Media Indonesia di bengkelnya di Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kemarin, Sugito sedang merampungkan pesanan klakson. Bahkan permintaan klakson ‘om telolet om’ diperkirakan terus naik karena akan digunakan untuk memeriahkan pergantian tahun. Lebih dari dua pekan terakhir bengkel Sugito ramai dikunjungi pemilik kendaraan roda empat, dari pengemudi truk hingga pengusaha bus, untuk memesan klakson buatannya.
“Permintaan banyak, naik dua kali lipat dari bulan sebelumnya. Terutama sejak munculnya video ‘om telolet om’ di media sosial. Selain bus dan truk, kendaraan kecil juga ikut memesan. Katanya untuk perayaan pergantian tahun,” kata Sugito. Sebetulnya Sugito sudah lama membuat klakson telolet. Namun, klakson itu mulai ditinggalkan karena para pemesan terutama pemilik kendaraan lebih menyukai klakson jenis suara kapal laut atau truk besar.
Lantaran minimnya pembeli klakson jenis telolet itu, Sugito hanya membuat saat ada pesanan. Namun sejak ‘om telolet om’ menjadi viral di media sosial dan mendunia lewat pemberitaan, pesanan langsung naik. Bila sebelumnya dalam sehari tidak ada yang memesan klakson telolet, kini dalam sehari ada 10 pemesan. “Saya sampai kewalahan karena semuanya membeli klakson telolet. Padahal pembuatannya juga butuh waktu. Mulai dari pembentukan klakson, pengelasan, pendempulan, dan penggosokan, hingga pengecatan. Itu pun masih harus dicoba dulu,” kata bapak dua anak itu.
Klakson telolet buatan Sugito memiliki tujuh macam suara. Tergantung tombol yang ditekan akan menghasilkan suara berbeda. Untuk menghasilkan suara yang nyaring dibantu listrik dan dorongan angin. Sugito menciptakan suara telolet panjang, cepat hingga pelan, dengan berbagai suara atau lagu yang unik. Harga dipatok sebesar Rp1 juta untuk paket komplet, yang terdiri atas klakson, tombol, serta tabung angin. Untuk paket tanpa tabung dipatok seharga Rp500 ribu.
“Pembelinya dari berbagai daerah sampai Jawa Tengah. Harganya lebih murah jika dibandingkan dengan daerah lain. Untuk paket komplet hanya Rp1 juta, sedangkan tanpa tabung Rp500 ribu,” pungkasnya.
Sejumlah pembeli mengaku puas dan senang membeli klakson buatan Sugito itu. Abdul, sopir truk Surabaya-Banyuwangi, memesan klakson telolet untuk menghibur sepanjang perjalanan. “Lihat anak-anak di jalan pada minta klakson, kalau tidak diberi, kasihan juga. Makanya saya beli klakson telolet ini,” ujarnya. Ungkapan serupa juga disampaikan Kholil, yang memesan klakson telolet untuk memeriahkan Tahun Baru. (Abdus Syukur/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved