Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 12 penambang emas tanpa izin atau gurandil terjebak di lubang yang mereka gali di Gunung Butak, Kampung Ciguha, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Lubang-lubang liar itu berada di area pertambangan milik PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor yang juga masuk area kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Ke-12 gurandil tersebut tertimbun di lubang milik H Mahyudin dan hingga tadi malam belum bisa dievakuasi.
Ke-12 gurandil itu ialah Ade, warga Kampung Pasir Maung, Desa Parakan Muncang; Yogi, Kampung Cogrek, Desa Parakan Muncang; Ukon, Kampung Cigrek; dan Solikin, Kampung Liut, Desa Kalong Liut. Ada pula Junet, Roy, Handi, Didi, dan Mista, warga Kampung Tangseng, Sukajaya, Kecamatan Cigudeg; Indra dan Holil, warga Kampung Legok Cauk, Desa Curug Bitung; serta Ajit, Kampung Cibeber Kidul, Desa Curug Bitung.
Peristiwa tersebut terjadi ketika mereka sedang berusaha mengambil bebatuan yang mengandung emas, kemarin siang. Tiba-tiba atap lubang ambruk dan menimbun ke-12 penambang.
Berdasarkan informasi dari pihak Antam, peristiwa itu diketahui ketika dua karyawan melakukan pengecekan sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Saat itu, menurut Humas PT Antam Arif Armanto, beberapa warga berusaha menggali tanah yang menimbun korban dengan cangkul dan sekop.
Arif mengatakan pihaknya mengetahui insiden tersebut dari laporan ke kepolisian. "Informasi sementara baru itu. Saat ini dari Polres Bogor sedang cek ke lokasi," ujarnya, tadi malam.
Lebar lubang-lubang gurandil hanya 50 cm. Untuk ke lokasi, penambang harus naik kendaraan sekitar 1 jam dari kantor Antam dan jalan kaki 1 jam menuju lubang. Kondisi kemiringan lokasi 100-120 derajat, bagian kiri jurang dan sebelah kanan tebing longsoran. Tim evakuasi dari Polres Bogor yang dipimpin Komisaris Imron Ermawan pun menghadapi kendala hujan deras.
Sebulan lalu, di wilayah tersebut dilakukan penertiban lubang dan penutupan lokasi-lokasi pengolahan emas secara besar-besaran. Lebih dari 700 lubang dan ribuan bangunan liar untuk pengolahan emas diratakan dan dibakar. Bahkan hingga saat ini, penjagaan masih dilakukan aparat gabungan Polres Bogor dan Brimob dari Polda Jabar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved