Merasakan Kelegaan di Rumah Singgah

Surya Sriyanti/X-5
28/10/2015 00:00
Merasakan Kelegaan di Rumah Singgah
Dua anak didampingi orangtua menghirup oksigen sambil bermain di rumah singgah di Jalan Rajawali VII, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kemarin.(MI/SURYA SRIYANTI)

RINA, 26, duduk termangu sembari memangku anaknya, Airin, 2. Ia bersama puluhan warga lainnya tengah menunggu obat dari tim medis di rumah singgah korban asap di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Airin tampak ceria melihat tangan ibunya memegang dua kotak susu formula dan beberapa bungkus kue yang diberikan petugas.

Dalam dua pekan ini, rumah singgah berukuran 15x15 meter persegi yang merupakan properti milik Dinas Sosial Kalteng itu ramai. Rumah singgah di Jalan Rajawali VII itu menjadi alternatif warga sekitar untuk mendapatkan oksigen. Juga sebagai tempat merawat balita yang kena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare.

"Airin sudah lebih dari seminggu ini batuk, pilek serta sesak napas. Karena tak sembuh-sembuh, saya bawa ke sini. Alhamdulillah, setelah dua kali diperiksa dan diberi obat, ia membaik," ujar Rina.

Di ruangan terpisah, Randi sedang menjalani terapi uap karena menderita asma. Didampingi ibundanya, bocah 8 tahun itu ditangani tim medis serta ditemani anak-anak lain yang juga membutuhkan oksigen demi memulihkan kesehatan mereka.

Menurut Suherni, ibu Randi, ia terpaksa membawa anaknya ke rumah singgah karena dilengkapi alat terapi uap, oksigen, dan obat-obatan serta tim medis. "Lokasinya juga lebih dekat dengan rumah saya, daripada ke puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.

Suherni bersyukur ada rumah singgah yang sangat membantu rakyat yang menderita akibat asap. Selain berisikan asupan oksigen, rumah singgah juga dilengkapi tempat tidur dan pembersih udara sehingga ruangannya sangat sehat. Terlebih, warga yang datang diberi obat serta susu dan kue.

Kepala Dinas Sosial Kalteng Guntur Talajan mengatakan rumah singgah itu aslinya merupakan balai rehabilitasi. Di ruangan itu, dibuat tiga kamar untuk perawatan. "Kami juga menyiapkan obat-obatan dengan tim medis dari dinas kesehatan kota," ujar dia.

Untuk mengantisipasi banyaknya korban asap, dinas sosial juga memasang tenda di halaman rumah singgah yang luasnya 40x40 meter. Di tempat tersebut juga disiapkan sejumlah tabung oksigen dan tempat tidur serta dilengkapi pendingin serta pembersih udara.

Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan puluhan rumah singgah yang tersebar di Kota Palangkaraya dan sejumlah kabupaten. Tempat itu untuk pertolongan awal penderita gangguan pernapasan korban asap sebelum dirujuk ke rumah sakit bila kondsinya tidak kunjung membaik.

"Kita akan terus jemput bola dengan mendatangi sejumlah daerah yang penduduknya banyak dan terpencil untuk memberikan pengobatan gratis," ujar Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya